“ Saat ini di Kota Mojokerto, masih ada jalan rusak dan belum ber aspal. “Dalam kesempatan ini Kami ajukan pengaspalan dan gapura minimalis di Margosari gang 1, jalannya sudah nggak layak bentuk konstruksinya sudah dalam keadaan bergelombang, waktu itu pembangunannya jalan sudah tersentuh tahun 2016. Dan tahun 2018 pasang u gutter ternyata gak diaspal sehingga air tidak bisa mengalir”, ucap tokoh masyarakat setempat.
Catur mengungkapkan keinginannya yang dibuatkan gapura minimalis. “Kenapa saya tidak ingin gapura Majapahit karena gapura majapahit terlalu besar dan membutuhkan lahan yang besar. Jalan ini lebar 2,5 meter dengan panjang 400 meter, tapi yang perlu diketahui kemarin sudah dalam tahap pengukuran dari pihak terkait”, tuturnya.
Sementara itu, Sugiono warga jalan Joko Tole juga meminta pengerjaan akses jalan aspal, untuk jalan sekarang tidak bisa dilewati karena jalan tersebut mengandung tanah yang berlumpur.
“Saya meminta tahun kemarin 2022 dan dibuatkan IPAL sama Pak Itok untuk sekarang sudah jadi akan tetapi jalan tak bisa dilewati karena banyak lumpurnya, saya malah di kasih pak Itok jalan tembus dari jalan Joko Tole 3 tembus ke jalan Sawunggaling katanya pelaksanaannya tahun 2024. Ya saya sangat terima kasih”, ungkapnya usai giat reses.
Dilain pihak, menanggapi soal itu, Ketua DPRD Kota Mojokerto Pak Ito menjelaskan bahwa “Untuk Gang Margosari sudah di survei dan akan dikerjakan tahun ini tinggal menunggu hari, sedangkan jalan gang Joko Tole diusulkan untuk dibuatkan IPAL sudah terealisasi lalu Pak Giono dibuatkan jalan aspal tembus sawunggaling kemungkinan tahun 2024 terealisasi”, lanjut Pak Ito mengakhiri wawancara dengan para wartawan.
( Kartono )