banner 700x256

Polisi Lakukan Pengecekan Lahan Tanaman Lida Buaya di Desa Kedung Banteng Wujudkan Swasembada Pangan

Polisi Lakukan Pengecekan Lahan Tanaman Lida Buaya di Desa Kedung Banteng Wujudkan Swasembada Pangan
banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Polresta Sidoarjo Polda Jatim dalam mewujudkan swasembada pangan, anggota Bhabinkamtibmas Desa Kedung banteng, Aiptu Ridwa, melaksanakan pengecekan langsung ke lahan pertanian warga di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini difokuskan pada lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga yang ditanami lida buaya Lahan ini menjadi bagian dari upaya swasembada pangan di wilayah setempat, sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal yang berkelanjutan.

Bentuk “Polisi Cinta Petani”, Aiptu Ridwan bersama warga melakukan koordinasi dan pendataan terkait kendala yang dihadapi para petani di sektor lahan pekarangan. Dialog terbuka digelar untuk mencari solusi bersama, terutama dalam pemanfaatan lahan pekarangan agar lebih produktif dan berkelanjutan.

Baca juga :  Satuan PPA dan PPO Bersama Polwan Presisi Jenggala Patroli Tempat Hiburan dan Penginapan, Cegah Kejahatan terhadap Perempuan dan Anak

“Kami hadir untuk memastikan program ketahanan pangan ini berjalan optimal dan mendengar langsung aspirasi serta kendala yang dihadapi petani. Ini bagian dari komitmen Polri sebagai sahabat petani dan penggerak ketahanan pangan di daerah,” ujar Aiptu Ridwan.

Dari hasil pemantauan, diketahui lahan Lida buaya milik warga memiliki potensi besar untuk dimaksimalkan sebagai sumber pangan bergizi. Dengan pendampingan dan dukungan berkelanjutan dari kepolisian, diharapkan hasil pertanian di Desa Kedung banteng dapat meningkat dan memberikan manfaat langsung bagi ketahanan pangan keluarga dan masyarakat desa.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap pembangunan pertanian berbasis masyarakat, di mana sinergi antara aparat keamanan dan warga menjadi kunci dalam mewujudkan desa yang mandiri secara pangan. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *