banner 700x256

DPRD Sampang Nilai Miskomunikasi Picu Polemik Dugaan Malpraktik RS Ninditha

banner 120x600
banner 336x280

Sampang, NewsPATROLI.COM –

Polemik dugaan malpraktik medis yang menyeret RS Ninditha masih menjadi perhatian publik. Menyikapi hal tersebut, Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang menyatakan akan memfasilitasi dialog antara pihak rumah sakit dan pasien guna mencari penyelesaian terbaik.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, mengatakan bahwa berdasarkan hasil audiensi dengan berbagai pihak, persoalan tersebut dipicu oleh adanya miskomunikasi yang berujung pada kesalahpahaman antara pasien dan pihak rumah sakit.

“Dari hasil pertemuan yang kami lakukan, persoalan ini berawal dari miskomunikasi yang kemudian berkembang menjadi polemik,” ujar Mahfud Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, pihak RS Ninditha dalam audiensi tersebut menyampaikan telah menawarkan perawatan lanjutan pasca operasi kepada pasien, termasuk perawatan luka serta kontrol rutin ke dokter.

Selain itu, rumah sakit juga mengaku siap memfasilitasi antar-jemput pasien demi memastikan proses pemulihan dapat berjalan optimal.

“Pihak rumah sakit menyampaikan telah menawarkan penanganan pasca operasi, bahkan menyiapkan fasilitas antar-jemput pasien,” jelasnya.

Baca juga :  Refleksi Sejarah Hari Jadi ke-402, Aba Idi Pimpin Ziarah ke Makam Rato Ebhu

Namun, keterangan tersebut berbeda dengan penjelasan dari Forum Madura Bersatu (Formabes). Sekretaris Formabes, Mat Hari, menyebutkan bahwa pasien saat ini masih mengalami trauma pasca operasi sehingga enggan kembali menjalani perawatan lanjutan.

“Pasien masih mengalami trauma pasca operasi, sehingga menjadi kendala utama untuk kembali berobat,” kata Mat Hari.

Perbedaan pandangan dari kedua pihak tersebut dinilai menjadi penyebab utama konflik belum menemukan titik temu dan terus menuai perhatian masyarakat.

Menanggapi kondisi itu, Komisi IV DPRD Sampang menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog dan mediasi dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

“Kami akan memfasilitasi mediasi agar permasalahan ini tidak terus berlarut dan dapat segera diselesaikan,” tegas Mahfud.

Ia menambahkan, DPRD akan berupaya mencari solusi yang adil dan bijaksana dengan mengedepankan aspek kemanusiaan serta pemulihan kondisi pasien.

“Yang terpenting adalah pemulihan pasien dan adanya solusi terbaik bagi semua pihak,” pungkasnya. (Fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *