Mojokerto, News PATROLI.COM –
Keluarga Hadi Purwanto, S.T., SH,.MH, selalu Istiqomah sebulan sekali, selalu mengajak masyarakat Dusun Banjarsari untuk Bersholawat kepada Nabi Muhammad bersama grup Sholawat Al- Haddad Djawa Dwipa, yang diwarnai dengan Pengajian Umum, Pembacaan Tahlil dan Istighotsah dan Do’a Bersama di halaman kantor LBH Djawa Dwipa atau di kediaman Hadi Purwanto di Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Sabtu malam, 24 Januari 2026.
Akan tetapi kegiatan keagamaan rutin yang digelar oleh pria yang akrab disapa Mas Hadi ini terasa sangat istimewa, karena dalam majelis penuh barokah ini juga diadakan khusus acara tasyakuran dalam rangka ucapan syukuran atas capaian akademik anak pertamanya, Titan Pasyahrani Hadi, yang berhasil meraih nilai A di seluruh mata kuliah dan kini menempuh semester lima di Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Sedangkan Prestasi membanggakan Putri Mas Hadi Purwanto tersebut disampaikan langsung oleh Ustadz Mukid saat memimpin Dzikir dan Istghotsyah. ” Dalam kesempatan ini saya atas nama keluarga Mas Hadi Purwanto menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan doa seluruh Jamaah. “Berkat doa kita bersama dan ridho Allah SWT, Putri pertama Mas Hadi Purwanto, Titan Pasyahrani Hadi, berhasil meraih nilai A dalam semua mata kuliah di Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya,” jelas Ustaz Mukid.

Ustadz Mukid menyebutkan. ” Dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan permohonan Do’anya untuk putri keduanya yang saat ini duduk di kelas XI SMAN 1 Bangsal agar terus diberi kelancaran dalam menempuh pendidikan, setelah sebelumnya meraih prestasi peringkat pertama di sekolah, ” lanjut Ustadz Mukid.
Sementara itu Penasihat kegiatan keagamaan di kediaman Hadi Purwanto, yakni, Kyai Hasan Mathori dalam ceramahnya mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua selagi masih diberi umur panjang atau jika masih mempunyai kedua orang tua.
Menurut Kyai Mathori, pengabdian kepada orang tua merupakan pintu utama keberkahan hidup. “Kasih sayang orang tua adalah cinta yang paling tulus. Selama mereka masih ada, perbanyaklah berbuat baik dan membahagiakan mereka,” pesan Kyai Hasan Mathori
Dalam kesempatan tersebut Kyai Mathori juga menekankan bahwa amal saleh yang dilakukan secara konsisten akan menjadi sumber kebahagiaan dunia dan akhirat.” Kalau orang kaya suka beramal dan sosial nya tinggi suka memberi atau memberikan santunan, maka ini orang kaya yang sebenarnya, ” ucap Kyai Mathori.
Kyai Mathori jugan mengingatkan bahwa ilmu harus diamalkan, karena tanpa amal, ilmu tak akan membawa manfaat.
Selain itu, Kyai Mathori juga mengajak para jamaah agar meningkatkan kepedulian sosialnya di tengah masyarakat, seperti yang telah dilakukan oleh Mas Hadi Purwanto ini.
Sebab, menurut Kyai Mathori ukuran kekayaan sejati terletak pada perilaku dan keikhlasan seseorang dalam berbagi kepada sesama. ” Ini bukan soal banyaknya harta, tapi bagaimana harta itu membawa manfaat bagi sesama . Contohnya Mas Hadi Purwanto ini memberi teladan dengan membuka rumahnya untuk sholawatan dan Istighosah dan Do’a Bersama serta berbagi keberkahan, ini namanya orang orang kaya yang sebenarnya, hidupnya bermanfaat bagi orang lain, karena mempunyai sifat Dermawan dan peduli kepada lingkungan nya, ” ucap Kyai Mathori.
Dijelaskan oleh Kyai Mathori, bahwa Do’a bersama, atau kirim doa kepada para leluhur dan orang tua ini memiliki kekuatan luar biasa, Sebab jika orang tua kita dalam kubur, melihat anak nya hadir di Majelis ini, maka orang tua yang di dalam kubur akan turut senang dan bahagia walaupun sudah di alam kubur sana.
Menurut Kyai Mathori Majelis seperti ini bisa mempererat silaturahmi dan saling mendoakan antar umat, dan kita harus terus tetap menjaga tradisi Majelis seperti ini. “Ketika manusia meninggal, yang dibawa hanyalah amal. Sholawatan, doa, dan silaturahmi inilah yang kelak menjadi penolong, kita diakhirat kelak” tegas Kyai Mathori.
Dilain pihak, Penanggungjawab Kegiatan religius, Mas Hadi ini mengatakan, bahwasanya kegiatan Sholawatan, Istighosah dan Do’a Bersama ini merupakan sarana warga Banjarsari yang ingin berbakti kepada orang tua dan para leluhur, dan tidak gampang untuk mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan apa lagi sampai Istiqomah dan sudah berjalan 19 bulan ini.
Dijelaskan oleh pria yang juga Ketua LKH Barracuda Indonesia, bahwa kegiatan Rutin keagamaan yang secara Istiqomah ini diselenggarakan tidak ada muatan politik atau kepentingan apa–apa. ” Ini murni sebuah ibadah kita kepada Allah SWT, Kita belajar iklas. Semua ini atas kehendak dan petunjuk langsung dari Alloh SWT,” tegas Mas Hadi Didampingi Istrinya, bersama tokoh masyarakat H. Ismail Pribadi, SE, Mas Putut serta keluarganya.
Dijelaskan Mas Hadi kegiatan rutin ini merupakan wadah Belajar untuk berbuat baik kepada sesama, dan giat ini bisa bermanfaat bagi orang lain. ” Kita disini sama sama belajar untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, semua ini laksanakan bersama keluarga dan Warga Dusun Banjarsari semata -mata karena Lilahi Taala, demi Akhirat Kelak, karena semua yang bernyawa pasti akan mati, dan kematian itu nantinya akan dimintai pertanggungjawaban kita dihadapan Alloh SWT, Karena kehidupan Akhirat itu ada, ” lanjut Mas Hadi. ( Ririn ).










