Mojokerto- News PATROLI.COM –
Pabrik Cokelat Majapahit Mojokerto yang berlokasi di Area Wisata Desa ( WD ) BMJ Majapahit Mojokerto Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur yang telah dikenal di dunia Internasional tersebut terus saja mengembangkan usaha dan bisnis nya ke seluruh Nusantara ini.
Dan kabar terbaru nya, Keluarga Almarhum Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan Raja Denpasar IX Puri Agung Denpasar yang dikenal sebagai Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara dan Ketua Dewan Kerajaan ini telah menjalin kerja sama dengan Pabrik Cokelat Mojopahit.
Kerja sama itu diwujudkan dengan dibangunnya Pusat Galery Cokelat Mojopahit di Bali atau tepatnya di Jalan Suropati dekat Alun atau depan Coming Soon dan saat ini Galery Cokelat Mojopahit yang dibangun megah itu masih dalam penyelesaian Pembangunan nya dan hanya tinggal 1 persen saja selesai (Finishing).

Sementara itu pendiri Wisata Desa BMJ Mojopahit Mojokerto Ki Mulyono SH yang juga Ketua Asosiasi Kakao Indonesia Jawa Timur menjelaskan bahwa warga Bali kalau berwisata bisa Wisata ke Mojopahit, Sedangkan warga Mojokerto bisa sambung rasa dengan Wisata ziarah Wali Pitu ( Wali 7 ) yang berarti ini merupakan sambung Roso antara warga Mojokerto dan Bali. ” Antara Mojopahit dan Bali harus tetap sambung tidak boleh saling melupakan, ” ucap Ki Mulyono, dikediamannya, Minggu, ( 25 / 01 / 2026 ).
Dijelaskan oleh Ki Mulyono, bahwa dibangunnya pusat oleh oleh Galeri Cokelat Mojopahit ini merupakan Amanah dari Bapak Raja dan Ibu Ratu Cokorda yang ingin mewujudkan Cokelat Mojopahit di Pulau Bali.
Hal itu terjadi karena Orang Bali itu menyadari kalau aslinya atau asal mulanya itu dari Mojopahit.
Sedangkan dibukanya Galeri Cokelat Mojopahit di Bali ini tidak ada kepentingan politik, karena ini murni
Pesan dari bapak Raja Cokorda, bahwa di semua Raja di Nusantara akan dibuka atau dirikan Galery Cokelat Mojopahit.
Setelah Bali, nantinya Galeri Cokelat Mojopahit atau pusat oleh oleh juga akan dibuka di Kutai Kartanegara dan Berau Kalimantan Timur, ini sebagai wujud dan cita – cita para raja untuk mempersatukan bangsa, termasuk dibangunnya Archa atau Patung Eyang Maha Patih gajah Mada.
Dijelaskan oleh Ki Mulyono yang juga merupakan Ketua Kelompok Tani Mulyo Jati Mojopahit ini, bahwa sebelumnya Galeri Cokelat Mojopahit ini juga telah dibuka di Singosari Malang dan di Solo, termasuk di Jogjakarta yang dikelola oleh Ibu Nyai Gus Muwafiq. ” Saat ini kita bukan bicara tentang politik, tapi orientasi kita bicara tentang Bisnis dan usaha serta pemberdayaan masyarakat, dan saya tidak mempunyai kepentingan politik, tapi ini murni pengembangan Bisnis Cokelat Mojopahit di Nusantara, ” tegas Ki Mulyono.
Sehingga nanti nya, pada setiap kota besar yang ada yang ada Kerajaan Raja Nusantara, akan dibuka Galery Cokelat Mojopahit. ” Selama ini Cokelat Mojopahit sudah pula menjalin kerja sama dengan Organisasi Muhammadiyah, dan Perguruan tinggi yang ada di Indonesia ini. ” Pada intinya gerakan ekonomi rakyat ini harus bisa dirasakan oleh masyarakat, yang mana ini erat kaitan nya untuk menampik isu – isu yang berkembang diluar sana, bahwa kita tidak punya kepentingan politik atau berpolitik, karena yang kami lakukan ini benar benar pergerakan ekonomi.
Bahkan Ki Mulyono punya rencana pada awal Pebruari nanti pada saat launching atau peresmian Galery Cokelat Mojopahit sebagai pusat oleh oleh di Bali, dirinya punya rencana akan mengundang Bupati Gus Barra untuk menghadiri acara Launching atau Peresmian Galery Cokelat Mojopahit di Bali. “Kami berencana akan mengundang Bupati Gus Barra ke Bali untuk menghadiri Peresmian Galery Cokelat Mojopahit di Bali, Sebab saat peresmian Galery Cokelat Mojopahit di Bali, nantinya akan dihadiri oleh para Bupati yang ada di Bali, Karena antara Bali dan Mojopahit merupakan sebuah kesatuan atau ibarat sebuah keluarga yang terpisah, Sebab orang Bali menyadari asal usulnya dari Mojopahit, sehingga antara Mojopahit dan Bali tidak saling melupakan, karena ini sebuah satu kesatuan ( Ririn )










