banner 700x256

Pelaku Penganiayaan dan Perampasan Handphone di Madiun, Belum Jadi Tersangka

banner 120x600
banner 336x280

‎Madiun. News PATROLI.COM –

Pelaku dugaan penganiayaan dan perampasan handphone yang dilakukan pegawai koperasi sempat viral beberapa bulan lalu, meski sudah naik ke tahap penyelidikan namun belum berhasil diamankan.

‎Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Agus Sandi Anto Prabowo menyatakan bahwa, penyidik sudah memanggil dua kali terduga pelaku berinisial ABS warga Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi tersebut.

‎ “Terduga pelaku berinisial ABS warga Kedunggalar. Yang bersangkutan sudah kita panggil dua kali tapi tidak pernah datang,” ujar AKP Agus, Rabu (28/1/2026).

‎Menurut AKP Agus, anggotanya juga sudah berusaha beberapa kali mendatangi rumah pelaku. Tetapi, ABS selama ini sudah tidak pernah pulang kerumahnya. Lokasi terakhir yang diterima penyidik, ABS berada di wilayah Jawa Tengah.

‎ “Indikasinya terduga pelaku berkerja di wilayah Sragen. Kita juga sudah koordinasi dengan polres Ngawi,” jelasnya.

‎Meski kasus tersebut sudah naik penyidikan dan mengarah terduga pelakunya adalah ABS, Satreskrim Polres Madiun belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan dan perampasan Handphone tersebut.

‎ “Belum kita tetapkan tersangka karena orangnya belum ada. Setelah panggilan kedua itu sebenarnya sudah ada Sprin membawa kalau orangnya dirumah. Tetapi sampai sekarang orangnya tidak pulang,” tutup AKP Agus.

‎Sebelumnya diberitakan, sebuah vidio viral memperlihatkan seorang wanita dimaki-maki dan diludahi oleh oknum petugas koperasi. Video yang diunggah oleh akun tiktok @apdul XJP itu disukai 6,614 dan dibagikan sebanyak 1.996.

‎Dalam rekaman vidio berdurasi 58 detik terdengar suara seorang pria sedang menagih angsuran kepada seorang wanita dengan kata-kata makian bahkan juga terdengar suara yang tidak pantas.

‎ “As* Co* we Bajing** raim. Angsuran mu pie arep kok gowo bongk. Pice* ndi angsuran mu co*,” suara seorang pria dalam rekaman video viral tersebut.

‎Mendengar makian itu, wanita dalam rekaman vidio itu tampak ketakutan. Ia terlihat berjalan menggandeng anak balitanya yang terdengar menangis itu untuk menjauh. Namun pelaku tetap mengejar lalu meludahi wajah wanita itu.

‎Anak kecil dalam video tersebut nampak ketakutan, saat menyaksikan ibunya dibentak dengan nada tinggi dan kata-kata kasar. Ironisnya pelaku seolah tak menghiraukan tangisan balita tersebut dan perbuatanya semakin brutal. (Budi/Ddk)

Baca juga :  Rapat Awal Tahun SWI Madiun Bertema Tingkatan Koordinasi dan Konsolidasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *