Jember  

Cetak Warga Binaan Produktif Lapas IIA Jember Hadirkan Pembinaan Kemandirian

banner 120x600
banner 336x280

Jember – News PATROLI.COM –

Mendorong kemandirian para warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember terus berupaya melalui program pelatihan keterampilan praktis.

Upaya ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam memberikan bekal yang berharga bagi mereka sebelum menghirup udara bebas dan kembali ke tengah masyarakat.

Melalui program pembinaan kemandirian tersebut, para warga binaan mendapatkan ruang dan kesempatan untuk mempelajari berbagai keahlian teknis.

Agenda ini dirancang secara produktif agar setiap individu dapat mengasah potensi diri sesuai dengan minat serta talenta yang dimiliki.

Suasana produktif terlihat setiap hari di area kegiatan kerja Lapas Jember, dimana para warga binaan aktif dalam sektor pertukangan kayu atau meubel dan kerajinan tangan merajut.

Keterampilan ini mengajarkan ketelitian serta kreativitas dalam menghasilkan barang kerajinan yang bernilai dan berguna.

Tidak hanya pertukangan, bidang jasa menjadi salah satu pilihan favorit melalui pelatihan barber shop atau pangkas rambut.

Warga binaan juga diajarkan teknik dasar mencukur hingga penataan rambut modern agar mampu bersaing di industri jasa perawatan diri.

Pada sektor agribisnis dan peternakan, warga binaan dilatih mengelola budidaya ikan lele serta cara merawat tanaman sayuran holtikultura seperti kangkung dan sawi, keterampilan bercocok tanam dan beternak ini memberikan pengalaman langsung dalam proses produksi pangan harian.

Baca juga :  Kwarran Sukorambi Jember Menggelar Jamran 2026

Sektor pengolahan pangan pun ikut turut diramaikan dengan kegiatan tata boga, seperti pembuatan kue dan proses produksi tempe secara mandiri.

Melalui pelatihan ini, warga binaan diajarkan cara kerja secara menyeluruh, mulai dari penyiapan bahan baku hingga pengelolaan hasil produksi.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Jember, Salim, menjelaskan bahwa ragam pelatihan ini ditujukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar.

“Kami memberikan berbagai pilihan kegiatan agar warga binaan dapat belajar sesuai minat dan kemampuannya. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama di Lapas bisa terus dikembangkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Jember, Wahyu Susetyo, menegaskan bahwa penguasaan keterampilan teknis menjadi sarana utama untuk membangun kapasitas diri para warga binaan.

Melalui seluruh rangkaian pelatihan kemandirian ini, Lapas Jember sangat optimis dapat mencetak sumber daya manusia yang siap kerja, mandiri dan berdaya guna dimasa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *