Jember, News PATROLI.COM –
Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan vokasi di Kabupaten Jember. SMK Hidayatul Mubtadin yang berlokasi di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, mendapatkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dengan anggaran mencapai Rp1,6 miliar dari pemerintah pusat.
Program tersebut menjadi angin segar bagi pengembangan sarana dan prasarana sekolah, sekaligus membuka peluang bagi ratusan siswa untuk mendapatkan fasilitas pembelajaran yang lebih memadai, khususnya dalam mengasah keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Kepala SMK Hidayatul Mubtadin, Saiful Anam, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terealisasinya program revitalisasi tersebut, mulai dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, pemerintah pusat melalui kementerian terkait, Gubernur Jawa Timur, Dinas Pendidikan, hingga Bupati Jember Gus Fawaid. Senin ( 19/10/2026)
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian kepada lembaga pendidikan kami. Dengan adanya program revitalisasi ini, kami bisa meningkatkan sarana pembelajaran demi menunjang pendidikan anak-anak didik,” ungkap Saiful Anam.
Rp1,6 Miliar untuk Tiga Ruang Penunjang Pendidikan
Saiful menjelaskan, anggaran revitalisasi tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan tiga ruang yang dinilai penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar, yakni ruang perpustakaan, ruang praktik siswa untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta ruang laboratorium komputer.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sekaligus mendukung peningkatan kompetensi siswa.
“Kami berharap pembangunan tiga ruang ini benar-benar bermanfaat bagi anak didik. Mereka bisa belajar dengan lebih nyaman, tenang, dan mendapatkan fasilitas yang menunjang keterampilan mereka,” jelasnya.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan dengan sistem swakelola yang melibatkan pekerja dari lingkungan sekitar sekolah. Dengan pola tersebut, manfaat program diharapkan tidak hanya dirasakan oleh lembaga pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat melalui kesempatan kerja.
“Pembangunan ini tidak hanya bermanfaat bagi sekolah, tetapi juga bagi lingkungan sekitar karena kami merekrut pekerja dari masyarakat,” tambahnya.
657 Siswa, 18 Rombel (Rombongan Belajar), Fokus pada Keterampilan
Pada tahun 2026, SMK Hidayatul Mubtadin tercatat memiliki sekitar 657 siswa yang terbagi dalam 18 rombongan belajar (rombel) dengan dua program keahlian.
Dengan jumlah siswa tersebut, ketersediaan ruang belajar dan fasilitas praktik menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung kegiatan pendidikan secara optimal.
Saiful menegaskan, sekolah yang dipimpinnya berupaya memberikan bekal keterampilan kepada peserta didik agar mereka tidak hanya menyelesaikan pendidikan formal, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah lulus.
Berbagai kegiatan pengembangan diri turut diberikan melalui program ekstrakurikuler, di antaranya reog, marching band, dan hadrah. Sekolah juga memberikan pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Jepang dan Korea, sebagai bekal tambahan bagi siswa yang berminat melanjutkan pendidikan keterampilan maupun bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.
“Anak-anak kami bekali keterampilan agar setelah lulus memiliki kemampuan dan tanggung jawab. Kami juga mengenalkan bahasa Jepang dan Korea karena banyak siswa yang tertarik melanjutkan ke lembaga pelatihan kerja,” terangnya.
Dua Lulusan Sudah Berada di Jepang
Komitmen sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi peluang kerja internasional mulai menunjukkan hasil. Saiful mengungkapkan, sekitar dua bulan sebelum wawancara tersebut, dua lulusan laki-laki SMK Hidayatul Mubtadin telah berada di Jepang.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus memperkuat pembelajaran keterampilan dan bahasa asing,
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus memperkuat pembelajaran keterampilan dan bahasa asing, sehingga lulusan memiliki bekal awal untuk mengikuti pelatihan lanjutan sebelum memasuki dunia kerja.
Meski demikian, sekolah tetap menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak yang baik sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Berharap Revitalisasi Berlanjut pada 2027
Di balik rasa syukur atas bantuan revitalisasi tahun ini, Saiful mengakui kebutuhan sarana dan prasarana sekolah masih belum sepenuhnya terpenuhi. Ketersediaan ruang belajar dan laboratorium masih perlu ditingkatkan seiring jumlah siswa yang mencapai ratusan orang.
Karena itu, ia berharap pemerintah kembali memberikan perhatian kepada SMK Hidayatul Mubtadin melalui program pembangunan lanjutan pada tahun anggaran 2027.
“Kami berharap pada tahun 2027 masih ada perhatian dari pemerintah, khususnya untuk penambahan ruang dan laboratorium. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, anak-anak bisa belajar lebih nyaman dan seluruh kebutuhan pembelajaran dapat terpenuhi,” harapnya.
Ia ingin para siswa nantinya lulus bukan sekadar membawa ijazah, melainkan juga memiliki keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan.
Saiful Anam Berpesan: Manfaatkan Fasilitas untuk Meraih Prestasi
Di akhir keterangannya, Saiful menyampaikan pesan kepada seluruh siswa agar memanfaatkan fasilitas yang telah diupayakan sekolah dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, dukungan sarana pendidikan harus diimbangi dengan semangat belajar dan kedisiplinan peserta didik.
“Anak-anak, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Berbagai upaya sudah kami lakukan untuk menyediakan alat, sarana, gedung, dan ruang kelas. Sekarang manfaatkan semua itu untuk belajar lebih giat, tunjukkan kedisiplinan, dan raihlah prestasi,” pesannya.
Ia juga mengajak para siswa untuk turut mengenalkan SMK Hidayatul Mubtadin kepada adik, saudara, maupun tetangga yang sedang menyelesaikan pendidikan SMP, khususnya kelas IX.
Saiful menambahkan, sekolah berupaya menyesuaikan biaya pendidikan dengan kemampuan orang tua atau wali murid agar kesempatan memperoleh pendidikan dan keterampilan tetap terbuka bagi masyarakat.
Dengan dukungan revitalisasi senilai Rp1,6 miliar, pengembangan fasilitas praktik, serta pembekalan keterampilan dan bahasa asing, SMK Hidayatul Mubtadin berharap dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan vokasi yang mampu mencetak lulusan terampil, disiplin, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. ( Susanto)










