Situbondo, Newspatroli.com.
Dampak kelangkaan pupuk di masyarakat yang menjadi momok bagi petani, kali ini Kejaksaan Negeri Situbondo, Jawa Timur, ambil sikap dengan melakukan sidak ke beberapa gudang pupuk di Situbondo, Rabu Kemarin (19/01/2022). Dari hasil sidak yang dilakukan dibeberapa tempat hasilnya sangat mencengangkan, karena di dalam gudang pupuk sendiri stoknya sangat melimpah, bahkan mencapai 1.907,2 Ton pupuk yang ada dan tersimpan dengan rapi.
Data yang di terima Newspatroli.com Dinas Pertanian melalui Kejaksaan Negeri Situbondo berdasarkan hasil sidak, Urea 21.436 ton, ZA 10.421 ton, NPK 11.219 ton, organik granul 357 ton, organik cair 70 ton.
Data ribuan ton pupuk tersebut sangat berbeda dengan kondisi di petani yang kesulitan pupuk untuk tanamannya, padahal dari tanaman itulah sumber kehidupan bagi para petani yang mengadukan nasibnya pada setiap bulir pada dan jagung serta tanaman lainnya.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Situbondo Laofika Nanta SH mengatakan, di dua gudang pupuk Sriwijaya Desa Kalibagor dan Petrokimia Kecamatan Arjasa stoknya masih banyak dan terkendala di teknis untuk kelangkaan pupuk.
“Ke ada perintah Pimpinan pusat Jaksa Agung untuk memantau kegiatan pendistribusian pupuk dan memberantas mafia pupuk yang ada di daerah hukum kejaksaan negeri Situbondo, dari data yang di peroleh karena tidak singkronnya alokasi anggaran dengan kebutuhan pupuk, kebiasaan petani menggunakan pupuk diatas rekomendasi penggunaan pupuk dari pemerintah, ada petani yang belum terdaftar di e-RDKK, karena sistemnya elektronik bagi yang belum terdaftar tidak bisa membeli, dan petani kebanyakan bergantung pada satu pupuk jenis Urea, sedangkan jenis pupuk banyak Situbondo. Dan kartu tani yang belum semuanya jadi.” Jelas Kasi Intel Laofika Nanta.
Kasi Intelijen Laofika Nanta menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir Kejaksaan akan memantau terus penyaluran pupuk di Situbondo sehingga benar-benar tersalurkan kepada masyarakat secara merata. (Dedy)










