Banner Berdiri Dalam Berita 2
Banner Berdiri Dalam Berita 2
banner 700x256

Buka Diseminasi Informasi, Wakil Bupati Sidoarjo serukan Junjung Tinggi Kemanusiaan

Favicon
IMG 20220624 WA0000
banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo,newspatroli.com
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan Diseminasi Informasi Tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri di Ballroom Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Kamis, 23 Juni 2022. Kegiatan yang menghadirkan Joshua Hart, Program Manager dari International Organization for Migration (IOM) sebagai narasumber tersebut dibuka Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Subandi berpesan pada peserta yang hadir, untuk bersama mencari jalan keluar atas polemik yang ada. “Dari acara ini saya harap akan ada jalan tengah, juga penjelasan dari dinas terkait mengenai penanganan terhadap pengungsi. Jangan sampai adanya imigran ini ternyata berdampak negatif pada warga kita,”ucapnya.

Terkait demo yang sempat terjadi, Wabup memahami kondisi psikologis para imigran. “Bisa jadi karena sudah hampir sepuluh tahun tanpa kejelasan dan kegiatan sebagaimana manusia umumnya, para imigran ini jenuh. Mungkin nantinya bisa kita beri mereka kegiatan positif, bisa berupa kursus atau kegiatan lain agar pengungsi ini lebih produktif, juga untuk mengasah skill agar dapat menjadi bekal kedepannya, sambil menunggu kepastian untuk kembali ke negara asal,”ujarnya.

Baca juga : Sejarah Berdirinya Kabupaten Sidoarjo

Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi, juga berpesan agar output acara ini dapat bermanfaat seperti tujuan awal. “Salah satunya mari kita rumuskan bersama kebijakan – kebijakan mengenai penanganan pengungsi ini, yakni kebijakan yang tentunya tidak berbenturan dengan aturan hukum yang ada. Jika ada imigran mari bersama kita jaga, karena ini juga manusia, alangkah baiknya jika kita dapat memanusiakannya,” tutup Wabup Subandi.

Dalam kesempatan tersebut Joshua Hart menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi serta tindak lanjut IOM kepada Pemerintah Indonesia. Dikatakannya di Kabupaten sendiri terdapat 5% pengungsi.(Ags/MW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *