banner 700x256

Pasien Over Kapasitas, Relokasi RSUD Sampang sebagai RS Rujukan se-Madura Mendesak Direalisasikan

Kondisi pasien RSUD dr Mohammad Zyn Kabupaten Sampang, Madura harus di rawat di luar gedung akibat over kapasitas. Rencana relokasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Zyn Kabupaten Sampang, Madura, untuk menjadi rumah sakit rujukan se-Madura harus segera direalisasikan, Rabu (7/1/2026)
banner 120x600
banner 336x280

Sampang, NewsPATROLI.COM –

Rencana relokasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang sebagai rumah sakit rujukan se-Madura dinilai semakin mendesak untuk segera direalisasikan. Kondisi tersebut menyusul lonjakan jumlah pasien yang tidak lagi mampu ditampung oleh kapasitas bangunan rumah sakit saat ini, Rabu (7/1/2026).

Dalam beberapa hari terakhir, RSUD Sampang mengalami kelebihan kapasitas (over capacity) pada ruang rawat inap. Jumlah pasien yang datang, baik pasien rujukan dari puskesmas maupun pasien umum, terus meningkat hingga melampaui daya tampung yang tersedia.

Akibat keterbatasan ruang, sejumlah pasien terpaksa menjalani perawatan di luar ruang rawat inap. Bahkan, sebagian pasien harus menunggu cukup lama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum memperoleh kamar perawatan.

Meski berada dalam kondisi keterbatasan fasilitas, pihak RSUD Sampang tetap berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh pasien yang datang.

Humas RSUD Sampang, Amin Jakfar Shodiq, membenarkan bahwa rumah sakit saat ini tengah mengalami kondisi over kapasitas yang berlangsung tidak hanya satu hari, melainkan sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga :  Operasi Cipta Kondisi, Polres Sampang Gagalkan Peredaran 192 Ribu Batang Rokok Ilegal

“Selain keterbatasan jumlah kamar rawat inap, tingginya angka rujukan dari puskesmas ke RSUD Sampang menjadi salah satu faktor utama. Kami memang belum mampu menampung seluruh pasien secara bersamaan,” ujarnya.

Sebagai langkah sementara, manajemen rumah sakit tetap memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan sesuai standar. Pasien dengan kondisi darurat tetap ditangani di IGD, sementara pasien dengan kondisi relatif ringan ditempatkan di ruang sementara sambil menunggu ketersediaan kamar rawat inap.

“Kami pastikan seluruh pasien tetap mendapatkan pelayanan medis, meskipun dalam kondisi tertentu harus menunggu hingga kamar tersedia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, rencana pembangunan rumah sakit rujukan se-Madura nantinya akan berlokasi di lahan baru di Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. Relokasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Madura secara lebih optimal.(fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *