Lamongan, News PATROLI.COM –
Harga telur jenis ayam buras di tingkat peternak atau grosir semenjak satu Minggu kemarin sudah menunjukkan gejala kenaikan yang begitu signifikan, hingga di hari ini sudah tembus di angka 28.000/kg. Hal tersebut membuat para pedagang telur di pasar pasar tradisional kebingungan dalam menentukan harga, lantaran harga telur tesebut di setiap hari alami kenaikan harga, (9/10/2025)
Menurut Mala (penjual telur ayam buras di pasar tradisional sukodadi) menuturkan tentang naiknya harga telur jenis ayam buras terjadi mulai sekitar satu Minggu yang lalu.
“Harga telur jenis ayam buras ini sudah mulai alami kenaikan semenjak satu Minggu kemarin tepatnya tanggal 3/10/2025, Dari harga awal 24.400/kg naik menjadi 25.200, dan terus naik menjadi 26.400 dan kemarin sore sudah tembus di angka 27.800/kg, Naiknya harga telur yang terjadi hampir di setiap harinya, membuat kita bingung dalam menentukan harga, “Kalau hal semacam ini terus terjadi, Jangankan untung kita selaku pedagang kecil kembali modal saja sudah bersyukur” keluhnya.
Saat di tanya prihal penyebab naiknya harga telur tesebut pihaknya tidak mengetahui secara pasti.
“Terkait naiknya telur jenis ayam buras kita selaku pedagang menengah kebawah tidak tahu pasti penyebabnya, Intinya kita berharap kepada pemerintah serta dinas terkait agar secepat mungkin melakukan langkah dan tindakan agar harga telur tidak terus naik seperti roket, minimal stabil” pungkasnya.
Sementara itu menurut Anang Taufik, S.STP., M.Si(kepala dinas perdagangan Lamongn)saat di konfirmasi via panggilan WhatsApp menuturkan terkait naiknya harga telur jenis ayam buras di tingkat peternak atau grosir lantaran beberapa penyebab salah satunya adalah naiknya harga pakan jenis jagung.
“Naiknya harga telur di pengaruhi oleh naiknya harga pakan jenis jagung, namun naiknya masih belum di atas HET(harga eceran tertinggi)” katanya.
“Kemarin kita sudah memulai melakukan pasar telur murah di daerah Paciran, tak hanya itu kami akan terus melakukan upaya yang seoptimal mungkin agar harga telur di pasaran stabil”tandasnya
Di sisi lain menurut Dr. Shofiah Nurhayati, SP., M.Si (kepala dinas Peternakan Lamongan) menyampaikan tentang beberapa hal yang menjadi penyebab naiknya harga telur jenis ayam buras.
“Yang menjadi faktor penyebab harga telur terus alami kenaikan salah satunya adalah harga jagung naik, yang kedua permintaan lebih banyak di antaranya di toko roti, resto dan catering, “Ditambah lagi DOC atau pullet susah carinya sehingga ayam layer susah juga karena foktor cuaca juga mempengaruhi produksi telur”ujarnya.
Dia menambahkan pihaknya akan melakukan beberapa langkah dan terobosan. “Dinas peternakan meningkatkan budidaya ayam petelur, Untuk mengatasi peningkatan harga jagung, pemerintah prop memberikan subsidi untuk koperasi kelompok ternak melalui Bulog, tapi belum cair”, imbujnya.
” Di Kabupaten Lamongan akan ada investor peternakan ayam petelur di Kedungpring dan Modo, mudah mudahan itu membantu kekurangan telur” pungkasnya. (Ainur Rofiq)











