banner 700x256

Perbaiki Jalan Rusak, Wujud Tanggung Jawab dan Kepedulian Paguyuban Penambang Pasir

banner 120x600
banner 336x280

Ponorogo – News PATROLI.COM –

Sebagai bentuk tanggung jawab, dan kepedulian terhadap jalan rusak, paguyuban penambang pasir Ponorogo memperbaiki jalan rusak mulai dari Sedah- Sraten-Semanding- Ngrogung Ngebel, Kabupaten Ponorogo.

Perbaikan jalan rusak di sepanjang jalur menuju Ngebel mulai dilakukan Hari ini, Senin, (26/01/2026). Jalan yang sebelumnya, berlubang dan bergelombang, di sepanjang ruas jalan Sedah – Ngebel, dikerjakan secara bertahap.

Salah satu titik prioritas perbaikan di RT. 02 RW. 03, Dukuh Gundi, Desa Sedah, Kecamatan Jenangan. Tepatnya di depan Masjid Baitul Muttaqin, jalan kerap menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas.

“Sering terjadi kecelakaan, akibat jalan bergelombang ini di depan masjid ini, Respon cepat dari penambang sangat kami apresiasi,” Ujar salah satu warga setempat.

Dengan dukungan penuh dari para penambang yang beraktivitas di jalur tersebut dan koordinasi dengan karang taruna di 4 (empat) Desa yang terlintas ( Ngrupit, Sedah, Sraten, Semanding), Perbaikan dilakukan dengan metode dreel oleh petugas tenaga teknis DPUPKP. Seluruh biaya pengerjaan ditanggung oleh pihak penambang sebagai bentuk tanggung jawab moral atas dampak lalu lalang kendaraan tambang yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Baca juga :  Satgas Pangan Polres Ponorogo Pantau Bahan Pokok di Sejumlah Pasar Jelang Nataru

Para penambang siap berkontribusi secara berkelanjutan dalam perbaikan jalan yang dilalui kendaraan tambang. Selama masih ada ruas yang rusak, perbaikan akan terus dilakukan dengan bekerja sama melibatkan DPUPKP sebagai pihak yang memiliki kompetensi teknis.

“Intinya, kalau ada jalan rusak, kami selalu siap membantu memperbaiki, dan Kami juga akan melibatkan pihak DPU.” Tegas salah satu penambang.

Ia juga menambahkan, rencana perbaikan bertahap mulai hari ini dari barat ke timur, dan berharap adanya kerja sama, saling pengertian, dan komunikasi yang baik dengan semua pihak agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga.

“Kita mulai perbaikan dari Desa Sedah sampai Ngrogung Ngebel”. imbuhnya.

Ia juga memastikan pihak penambang telah mematuhi ketentuan pemerintah terkait batas muatan kendaraan, sebagai bagian dari upaya menjaga jalan.

Langkah ini menjadi contoh bahwa pembangunan dan aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial, ketika tanggung jawab diambil bersama, bukan saling melempar beban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *