banner 700x256

Polres Wonogiri Gelar Latihan Pra Operasi Keselamatan Candi 2026, Tekankan Humanis dan ETLE

banner 120x600
banner 336x280

Wonogiri – News PATROLI.COM –

Polres Wonogiri menggelar Latihan Pra Operasi Keselamatan Candi Tahun 2026 sebagai bentuk kesiapan personel dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026) pukul 09.40 WIB bertempat di Aula Sanika Satyawada Polres Wonogiri, dan diikuti oleh para pejabat utama, perwira, serta personel yang tergabung dalam Operasi Keselamatan Candi 2026.

Latihan Pra Operasi dipimpin langsung oleh Wakapolres Wonogiri Kompol Parwanto, S.H., M.H., didampingi Kabag Ops Kompol Agus Syamsudin, S.H., Kasat Lantas AKP Julius Marlon Gawe, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasat Intelkam IPTU Sutarto, S.H., serta para Kasatgas operasi.

Dalam paparannya, Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Agus Syamsudin menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum.

“Operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menurunkan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan, serta meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polri, khususnya Polres Wonogiri,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Wonogiri IPTU Sutarto memaparkan berbagai potensi gangguan yang dapat memicu kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, mulai dari faktor human error, kepadatan kendaraan, kondisi infrastruktur jalan, hingga aktivitas masyarakat yang meningkat menjelang Idul Fitri.

Baca juga :  Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Ponorogo Pondasi Asa Perekonomian Desa

Dari aspek penindakan, Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Julius Marlon Gawe menegaskan bahwa penegakan hukum selama operasi akan lebih mengutamakan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

“Sebanyak 95 persen penindakan dilakukan melalui ETLE, sedangkan tilang manual hanya 5 persen dan bersifat terbatas. Pendekatan humanis dan profesional tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Wakapolres Wonogiri Kompol Parwanto dalam arahannya menekankan pentingnya kedisiplinan pelaporan, koordinasi antarsatgas, serta pemisahan yang jelas antara kegiatan operasi dan kegiatan rutin kepolisian.

“Keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari pelaksanaan di lapangan, tetapi juga dari ketepatan dan kelengkapan laporan. Seluruh personel harus solid dan bersinergi,” ujarnya.

Terpisah, Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H. mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M. menyampaikan bahwa Latihan Pra Operasi ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan personel.

“Dengan latihan pra operasi ini, diharapkan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga Operasi Keselamatan Candi 2026 dapat berjalan optimal, humanis, dan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *