Lebak, News PATROLI.COM
Bantuan sosial (Bansos) dilakukan oleh pemerintah pasca pandemi Covid-19 selama ini ternyata tidak pernah sampai kepada Ahyudin (43) warga miskin Kampung Cikaret Desa Situregen Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak-Banten,selasa, (01/11/2022)
Ahyudin seharusnya masuk sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH) karena masuk kategori orang berkebutuhan tidak mampu.
“Saya Dulu pas musim covid 19 pernah mendapatkan bantuan cuma 2 kali setelah itu pasca covid 19 mereda saya coba menanyakan langsung kepada pendamping PKH di Kecamatan Panggarangan, namun jawabannya bikin hati” keluh pekerja serabutan ini, saat di wawancara dengan logat sundanya dia menuturkan jawaban dari pendamping tersebut “euweh teu menang coba tanyakeun ka Presiden Jokowi” (Tidak ada, nggak dapat, coba tanya sama Presiden Jokowi) jawab seorang pendamping PKH, “ungkap Ahyudin.

Selama ini Ahyudin hidup bersama tiga orang anaknya yang masih kecil dua anaknya sudah berkeluarga dan tinggal terpisah di sebuah rumah kontrakan sederhana.
” Mirisnya lagi, saat ini Ahyudin tengah dalam kesusahan dan butuh perhatian, karena mengurus istrinya yang sedang sakit dan tak tau dengan kondisi penyakitnya karena sama sekali belum pernah berobat dikarenakan keterbatasan biaya.
Baca Juga:Kekurangan Alat Penunjang Pelaksanaan ANBK Dikeluhkan Guru di Tiga MI Malingping
Kemudian Ahyudin pun menceritakan kepada awak media, kami sangat sedih dengan kondisi seperti ini harus bekerja sebagai buruh tani sambil mengurus istri yang sedang sakit serta anak-anak yang masih kecil, “imbuhnya.
” Saya mohon kepada pemerintah desa (Pemdes) maupun Kabupaten agar terketuk hati kalian dapat mengulurkan bantuan kepada kami” harapnya.
(Yudi Hermawan)