Jombang – News PATROLI.COM –
Meskipun beberapa daerah di Jawa Timur sudah diguyur oleh hujan selama beberapa hari terakhir ini, hal tersebut tak membuat fenomena krisis air bersih di Kabupaten Jombang lantas selesai.
Dikonfirmasi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Bambang Dwijo Pranowo, menyampaikan bahwa masih ada lima dusun yang menjadi prioritas penanganan krisis air bersih.
“Masih ada lima dusun yang mengalami krisis air. Sebab satu dusun di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam yang sebelumnya krisis air, kini sudah teratasi setelah perbaikan pada jaringan pipanisasi yang rusak. Pengiriman air bersih tetap rutin kita lakukan,’’ ujarnya melalui Stevie Maria penanggung jawab operasional lapangan.
Dari lima dusun yang terdampak krisis air itu meliputi Dusun Serning, Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Dusun Rapahombo dan Dusun Brangkal, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan. Ada juga di Dusun Tondowesi dan Dusun/Desa Klitih, Kecamatan Plandaan.
Di samping itu, meskipun Jombang juga sempat diguyur hujan beberapa hari lalu, dikatakannya bahwa kasus krisis air belum teratasi. Hujan yang berlangsung di awal November ini pun merupakan bagian dari anomaly cuaca yang belum bisa mengisi sumber-sumber air di wilayah terdampak kekeringan.
“Jadi hujan memang terjadi dan cukup deras. Namun itu belum membuat saluran air normal,’’ paparnya.
Sebagai informasi, sesuai prediksi BMKG, musim kemarau di Kabupaten Jombang diperkirakan akan berakhir pada pertengah bulan ini. Namun demikian, hal itu belum bisa dipastikan karena memang terjadi El Nino yang membuat musim kemarau lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. (Red)










