banner 700x256

PKL Jatirejo Minta Lampu Jalan Dihidupkan Kembali, Selain Rawan Kriminal, Juga Omzet Penjualan Menurun

banner 120x600
banner 336x280

MOJOKERTO, Newspatroli.com

Para pedagang di pasar Dinoyo dan PKL di Perempatan Semengko Kecamatan Jatirejo Minta Kepala Pemerintah Kabupaten Mojokerto agar lampu penerangan Jalan Umum ( PJU ) yang saat ini kalau malam hari dimatikan minta dihidupkan kembali, sebab, dengan matinya PJU malam hari di Wilayah Jatirejo yang lokasinya dibawah perbukitan suasananya jadi gelap gulita, dalam situasi seperti ini sangat rawan terjadinya tindak kriminal, selain para penjual makanan dan minuman yang buka malam hari jadi sepi, sehingga omzet penjualan turun dan para PKL banyak rugi, hingga akhirnya bangkrut, Keluhan itu disampaikan oleh para pedagang kepada Wakil Bupati Mojokerto H.Muhammad Albarra, LC, M.Hum, ( Gus Barra ) yang kapasitasnya Gus Barra juga menjabat sebagai Presiden Direktur Asep Saepudin Chalim ( ASC FOUNDATION ).

Selain memberikan Sosialisasi kepada para PKL tentang aturan baru PPKM Darurat Covid-19, Gus Barra yang didampingi Ali Managalih Indar parawansa Putra Gubernur Jatim, Abah Sholeh Watu, Wakil Ketua DPRD kabupaten Mojokerto dari Partai Demokrat, dan juga Plt. Camat Jatirejo, Masluchman, SH, M,Si, dan Panglima Harimau Majapahit ( HM ) ” Lurah Gundul Endik , selaku Koordinator pelaksana Pembagian Sembako didampingi Relawan Partai NasDem yang dipimpin Surya Ozil Jum’at Sore. ( 23/ 7 / 2021 ) ini
membagikan paket sembako pada PKL Jatirejo berupa paket sembako beras 5 kilogram dan mie instan 1 kardus dengan menggunakan dana pribadi dari ASC FOUNDATION.


Dalam Jumpa Pers nya kepada puluhan wartawan, Gus Barra menjelaskan, minta maaf tadi agak terlambat datang nya , karena dirinya harus mengikuti audiensi dengan PMII Mojokerto Raya, mengenai tuntutan PMII,
“Jadi saat audiensi tadi, saya mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII Mojokerto Raya yang awalnya mereka mau demo tapi kemudian kita berbicara dari hati ke hati, kemudian demo itu diganti dengan audiensi dan alhamdulillah mereka menerima permintaan kita dan dengan begitu saya kira penyampaian uneg-uneg mereka, usul mereka disampaikan dengan baik dan sudah dijawab panjang lebar tadi baik oleh Walikota, oleh Bupati dan saya sendiri selaku Wakil Bupati ataupun Kapolres Mojokerto Raya, Dandim dan Kajari ” kata Gus Barra saat Jumpa Pers.

Baca juga :  Dituntut Ganti Rugi Rp300 Juta, Kadis PUPR Pamekasan Ketar-ketir


Dijelaskan oleh Gus Barra, keinginan PMII ingin tahu apa dasar dari pada dipadamkannya lampu jalan, kita sampaikan bahwasanya kita dikontrol oleh pemerintah pusat, bahwasannya untuk menurunkan angka covid-19 itu harus ada pembatasan mobilitas dan kabupaten Mojokerto raya ini baik kabupaten maupun kota pada waktu awal itu masuk pada zona hitam dengan dipadamkannya lampu kita sudah masuk pada zona kuning.
“Jadi kita sebagai Pemerintah pasti akan melakukan langkah-langkah dimana kemudian penjualan para PKL nanti tidak terganggu. Kita tadi sudah diskusi dengan Kapolres Mojokerto Raya, nanti di sentra-sentra PKL itu lampu tidak dimatikan tapi di tempat-tempat yang lain yang dimatikan. Kalau terkait penyekatan, tadi sudah disampaikan oleh Kapolres nanti ada kelonggaran-kelonggaran tapi bukan kemudian kita membuka secara keseluruhan. Jadi tetap ada penyekatan-penyekatan di jam-jam tertentu untuk kemudian agar tidak semakin melonjak angka covid-19,” Lanjut Gus Barra.
Dilain pihak , Ali Managalih Indar Parawansa Putra Bungsu dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti pembagian sembako mengatakan, bahwa saat ini Gus Barra sudah menunjukkan totalitas pemerintahannya di Mojokerto.

“Saya pribadi salut sama Gus Barra, Beliau sudah menunjukkan hal yang terbaik, berusaha sebisa dan sekuat tenaga untuk menghadapi pandemi covid-19. Jadi untuk warga Mojokerto mohon bersabar, mohon dihadapi bersama sama, semoga pandemi covid-19 segera usai,” pinta Gus AL. ( Kartono )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *