Banyuwangi – News PATROLI.COM –
Adanya kegiatan penggalian tanah uruk yang dilakukan oleh penambang di dusun Cangkring RT 03 RW 01 Desa Pengatigan Rogojampi, membuat petani resah, pasalnya Muhlis (60) sebagai petani dan pemilik tanah / sawah yang di sebelah gumuk tersebut merasa heran dan bertanya tanya karena tanpa ada sosilisasi ke warga setempat tiba tiba ada kegaitan penggalian tanah uruk.
“Kok bisa tahu – tahu ada pengalian tanah uruk di sebelah dan dekat sawah milik saya, posisi sawah saya itu sangat dekat dengan lokasi gumuk yang dikeruk tanahnya itu, letak sawah Saya ada yang disebelah barat dan juga disebelah selatannya,” katanya bingung.
“Yang anehnya, saya juga tidak kenal sama penambangnya, apalagi sampai dipamiti/minta ijin lingkungan, saya besok mau ke Kepala Desa mau komplain menanyakan batas juga leter C nya,” tegas Muhlis.


Setelah dikonfirmasi terkait siapa pengelola atau sebagai penambang tanah uruk itu lewat via telpon Kamis, (30/3/2023) pukul 15.51sore, YS mengatakan, “Kalau nama memang nama Saya dan PT nya memang punya Saya tapi itu dipinjam sam teman dan penambangnya Saya tidak tahu,” cetusnya.
Dari pantauan News Patroli di lapangan, dengan adanya aktifitas penggalian tanah urug banyak tanah dan batu yang tercecer dijalan raya yang diakibatkan banyaknya dum truk yang mondar mandir, sehinga pasir dan batu yang tercecer di poros jalan itu dikhawatirkan dapat membahayakan penguna jalan lainnya. (Suhaili)










