banner 700x256

Diduga Dikerjakan Asalan-asalan, Sumur Bor Dinas Perkim TA. 2023 di Desa Labuhan Ratu Kampung Bermasalah

Warga Dusun 02 Desa Labuhan Ratu Kampung Sungkai Selatan Keluhkan Pembangunan Sumur Bor Dinas Perkim TA.2023 Tak Berfungsi. | FOTO" Ist
banner 120x600
banner 336x280

Lampung Utara – News PATROLI.COM –

Sejumlah warga dilingkungan Dusun 02 RT 03 Desa Labuhan Ratu Kampung Kecamatan Sungkai Selatan mengeluhkan pembangunan sumur bor melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Cipta Karya, dan Penataan Ruang Lampung Utara 2023 tak berfungsi.

Pasalnya menurut sejumlah warga pekerjaan tersebut menggunakan material yang tak sesuai spesifikasi dan tanpa dilengkapi papan proyek dan tak mengantongi surat hibah dari masyarakat.

“Sumur ini sejak dibangun kami tidak tahu berapa anggarannya karena tidak pernah dipasang papan proyek, setelah jadi dan dicoba untuk dimanfaatkan ternyata karena lantai penyangga tower kualitas buruk maka saat tower air diisi baru seperempat saja sudah mau ambruk maka kami hentikan” ujar Wagirin salah satu warga setempat.

Warga Dusun 02 Desa Labuhan Ratu Kampung Sungkai Selatan Keluhkan Pembangunan Sumur Bor Dinas Perkim TA.2023 Tak Berfungsi. | FOTO: Ist

Warga meminta agar rekanan proyek melalui dinas Perkim untuk mengganti material yang dinilai tidak sesuai spesifikasi termasuk pemasangan pipa paralon yang asalan.

“Harus diganti semua ini, mulai dari kerangka penyangga tower sampai paralon karena kalau hanya ditambah besi siku penguat maka membahayakan keselamatan warga kami” imbuh warga lainnya.

Baca juga :  Kabiro Sidoarjo News Patroli Apresiasi Gelar Donor Darah Peringati Hari Jadi Humas Polri ke-74

Saat ditemui di kantor desa setempat Kaur Bidang Pembangunan, Johan membenarkan keluhan warga di dusun 02 tentang sumur bor itu dan menyayangkan anggaran yang besar digelontorkan pemerintah namun hasilnya tak bisa dinikmati masyarakat.

“Memang dari pihak rekanan tidak ada koordinasi dengan pihak pemerintahan desa, sehingga pengawasan pekerjaan luput dari pantauan kami sehingga masyarakat minta proyek itu bukan sekedar diperbaiki seadanya tapi dibongkar ulang agar kuat” jelas Johan, (30/01/2024).

Menurut pantauan dilapangan pembangunan tersebut sudah rampung 100 persen namun belum memiliki meteran kWh Listrik dan penggunaan material pada lantai penyangga tower sudah melengkung, diduga tak kuat menahan beban sehingga membahayakan keselamatan warga sekitar.

Karena minimnya informasi terkait rekanan yang mengerjakan proyek tersebut sehingga saat berita ini diturunkan belum bisa dikomfirmasi.

(Heri/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *