banner 700x256

Lombok Timur – NTB Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Cukup

banner 120x600
banner 336x280

NTB-Lombok Timur, Newspatroli.com

Seiring turunnya hujan, musim tanam mulai serentak dilakukan. Kondisi ini menuntut ketersediaan pupuk di semua wilayah. Kebutuhan dasar petani itu dipastikan Dinas Pertanian (Distan) Lombok Timur (Lotim) sampai akhir Desember 2021 masih cukup.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian pada Distan Lotim, Lalu Fathul Kasturi menjawab media di Selong, Selasa, 7 Desember 2021.

Dia menjelaskan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Lotim tercukupi. Pihaknya meyakinkan tidak ada istilah pupuk langka, karena semua jenis pupuk tersedia.  ‘’Urea sampai akhir November lalu masih ada sisa 3,191.03 ton. NPK Phonska 923,5 ton, organik tersisa 4,017.3 ton, SP36 tersisa 1,215.70 ton dan ZA tersisa 203,26 ton,’’ ujarnya.

Dilihat dari data keseluruhan alokasi tahun 2021, pupuk subsidi jenis urea 32,110 ton, NPK 7,540 ton, organik 5,288 ton, SP36 sebanyak 4,325 ton dan ZA sebanyak 3,456 ton. Jumlah ini pun ditetapkan berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh kelompok-kelompok tani.  “Ketetapan alokasi pupuk itu dibuat berdasarkan RDKK,” terangnya

Persoalan pupuk ini sudah berulang kali disosialisasikan ke tengah petani. Namun pihaknya menyayangkan masih muncul persoalan di tengah masyarakat petani.

Baca juga :  Wakapolri Apresiasi Sinergi Ribuan Mitra Kamtibmas dalam Apel Mitra Kamtibmas Presisi di Polda Papua

Pihaknya menduga, tidak sedikit dari petani yang sebenarnya sudah habis jatah pupuk bersubsidinya itu yang meminta tambahan lagi. “Banyak yang sudah mengambil duluan jatah pupuknya sesuai RDKK, tapi kembali mencari di pengecer dan mereka inilah yang ribut,” sebutnya.

 Kalau mengikuti rekomendasi penggunaan pupuk bersubsidi yang telah ditetapkan pemerintah, dipastikan tidak akan ada kekurangan pupuk, baik untuk tanaman pangan maupun hortikultura. Apalagi, rekomendasi pupuk tanaman pangan beda dengan  hortikultura. Pangan seperti padi, jagung, kedelai rekomendasinya 225 kilogram per hektar. NPK 300 kg per hektar dan organik 500 kg per hektar.

Ditambahkan, jatah pupuk setiap daerah semua laporan penggunaan pupuk sekarang via online. Termasuk sudah terapkan e-RDKK yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simultan). “RDKK bagus tapi tak terintegrasi dengan simultan, maka tak akan dapat pupuk,’’ ungkapnya. Ditambahkan, salah satu solusi mengatasi pupuk ini adalah dengan menerapkan kartu tani. Untuk itu, harapnya, kartu tani yang sekarang sedang diujicoba di Sembalun segera diterapkan menyeluruh di seluruh Lotim. Nantinya, siapa punya kartu dia berhak menebus pupuk di pengecer (Ony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *