banner 700x256

Keluarga Hadi Purwanto Istiqomah Gelar Tahlil dan Sholawatan Pada Akhir Bulan di Kediamannya

Yai Hasan Mathori Ulama kharismatik di Dusun Banjarsari saat menyampaikan ceramah nya di kediaman Hadi Purwanto
banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto- News PATROLI.COM –

Syi’ar agama Islam tampaknya sudah menjadi rutinitas dan selalu Istiqomah bagi Keluarga besar Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H, yang setiap Akhir bulan selalu mengadakan doa bersama yang diwarnai dengan pembacaan Sholawat oleh Group Sholawat Al- Haddad Djawa Dwipa, Sabtu malam (25 /10 /2025) di Jalan Raya Banjarsari No. 59, Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.

Penanggung jawab kegiatan keagamaan rutin tiap akhir bulan Hadi Purwanto menjelaskan bahwa kegiatan Syiar Islam yang dilakukan oleh keluarganya ini sama sekali tidak ada kepentingan apa apa dan tidak ada muatan politik, semua karena ikhlas dan mengharapkan Ridho dari Allah SWT untuk Bekal Diakhirat kelak.

Seperti biasanya acara Tahlil, Istighosah serta Pembacaan Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW ini di awali dengan pengiriman doa kepada ahli kubur atau orang tua yang sudah meninggal dunia yang diikuti oleh ratusan jamaah dengan penuh khusuk.

Acara Tahlil dan Kirim Doa serta Lantunan Sholawat di kediaman Hadi Purwanto yang akrab disapa Hadi Gerung ini diawali Ceramah Agama oleh Kyai Hasan Mathori, Ulama kharismatik di Desa Kedunglengkong Dlanggu ini yang dalam tausiahnya menyampaikan bahwa kehadiran seseorang dalam acara sholawatan dan doa bersama seperti ini merupakan orang yang mendapatkan Hidayah dari Allah SWT, dan dirinya tahu bahwa akhirat itu ada, dan ketika mengunjungi acara penuh makna ini bisa buat bekal akhirat kelak.

Baca juga :  Satresnarkoba Polres Kabupaten Mojokerto Tegaskan Tak Ada Praktik Tangkap Lepas dalam Kasus Pil Koplo, Berita yang Beredar Dinilai Tidak Berdasar
Hadi Purwanto SH MH, Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda khusuk berdoa di kediaman nya

Sebab kata Yai Hasan
Kalau masih sibuk terus dengan mengurusi urusan dunia,tentu tidak akan bisa hadir di acara ini. ” Barang siapa mendahulukan akherat, maka Alloh akan mencukupkan kehidupannya. Kecukupan itu luas,bisa berupa kesehatan, rezeki, keluarga yang harmonis dan hubungan baik dengan sesama “ dawuh Yai Hasan Mathori.

Yai Hasan juga berpesan
dan mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam urusan duniawi semata. ” Kalau Alloh sudah benci, hidup tidak akan bahagia. Contoh nya, anak yang durhaka kepada orang tua. Lebih baik punya anak dan saudara yang baik dari pada kekayaan melimpah namun tidak membawa keberkahan “lanjut Yai Hasan dalam dakwahnya.

Dalam kesempatan itu
Yai Hasan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mencari ridho Allah SWT dan tidak terlalu menggenggam dunia. ” Dunia ini hanya titipan, sawah, rumah, kendaraan semua tidak akan dibawa mati. Walau tidak dijual, harta itu tetap akan diwariskan. Maka carilah ridho Alloh agar hidup penuh nikmat ,” lanjut Yai Hasan.

Diakhir ceramahnya Yai Hasan mmenutup perkataan dan berpesan agar manusia tidak merasa lebih pintar atau lebih kaya dari orang lain, karena kerendahan hati menjadi kunci untuk mendapatkan ridho Allah SWT. ” pesan Yai Hasan dalam tauziah terakhir nya. ( Rin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *