Blitar, NewsPATROLI.COM –
Upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Blitar memasuki fase baru yang lebih progresif dengan hadirnya inovasi layanan gizi dari RSUD Srengat. Melalui program bertajuk “Laa Kok Gitu Mas” (Layanan Konsultasi dan Konseling Gizi Turun Masyarakat), rumah sakit ini menghadirkan pendekatan edukatif dan intervensi gizi komprehensif yang menyasar keluarga pada masa krusial 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Stunting masih menjadi persoalan nasional yang memerlukan perhatian intensif. Pada 2023, prevalensi stunting secara nasional berada di angka 21,6 persen, sementara pemerintah menargetkan penurunan menjadi 14 persen pada 2024. Mengacu pada Perpres Nomor 72 Tahun 2021, percepatan penurunan stunting harus didukung oleh pemenuhan gizi yang memadai, perbaikan pola asuh, dan edukasi berkelanjutan bagi keluarga.
Menjawab kebutuhan tersebut, RSUD Srengat menghadirkan inovasi “Laa Kok Gitu Mas”, sebuah layanan terpadu yang dirancang untuk meningkatkan literasi gizi, keterampilan memasak sehat, dan kualitas pola asuh keluarga, terutama bagi ibu hamil dan orang tua balita.
Layanan Internal dan Eksternal yang Terintegrasi
Program ini digerakkan melalui dua pendekatan: layanan internal di lingkungan rumah sakit dan kegiatan eksternal yang menyentuh langsung masyarakat.
- Layanan Internal: Asupan Tepat untuk Tumbuh Kembang Optimal
RSUD Srengat menerapkan rangkaian layanan yang menyasar langsung pasien anak dan ibu hamil, meliputi:
Penyediaan menu makanan khusus bagi pasien anak rawat inap sesuai selera untuk mendukung peningkatan asupan dan pemulihan.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta penyuluhan gizi untuk balita rujukan stunting di Klinik Tumbuh Kembang.
Edukasi tentang variasi menu harian anak yang mudah diterapkan.
Konseling gizi komprehensif bagi ibu hamil selama masa perawatan.
Seluruh intervensi ini dirancang untuk memperbaiki kualitas konsumsi keluarga sekaligus memperkuat pemahaman mereka terkait pemenuhan gizi seimbang.
- Kegiatan Eksternal: Menyentuh Komunitas, Mengubah Kebiasaan
Tak hanya membenahi aspek internal, RSUD Srengat aktif turun ke masyarakat melalui:
Penyuluhan pemberian makanan anak secara tatap muka,
Demo masak menu balita padat gizi berbahan pangan lokal,
Sesi live cooking melalui media sosial untuk memperluas jangkauan edukasi.
Sasaran kegiatan meliputi TP PKK Kecamatan dan Kelurahan, kelompok PAUD, hingga organisasi masyarakat seperti Muslimat NU. Pendekatan ini memastikan edukasi tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga aplikatif sehingga mudah diterapkan dalam keseharian keluarga.
Mendorong Perubahan Pola Asuh dan Perilaku Keluarga
RSUD Srengat memahami bahwa stunting tidak semata-mata dipicu oleh faktor medis, tetapi juga dipengaruhi pola asuh, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi. Karena itu, edukasi menjadi tulang punggung program “Laa Kok Gitu Mas”.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana, teknik memasak mudah, serta penggunaan bahan pangan lokal yang terjangkau. Program ini juga sinkron dengan Program Kabupaten Layak Anak (KLA) sehingga mampu memperkuat jejaring edukasi di tingkat kecamatan dan desa.
Sinergi Strategis dengan Bappedalitbang Kabupaten Blitar
Inovasi ini semakin kokoh melalui kolaborasi dengan Bappedalitbang Kabupaten Blitar. Dukungan strategis diberikan melalui:
Pendampingan implementasi inovasi,
Fasilitasi sosialisasi lintas sektor,
Pendampingan penyusunan dan pelaporan inovasi kepada Menteri Dalam Negeri sebagai bagian dari sistem monitoring inovasi daerah.
Sinergi ini memastikan “Laa Kok Gitu Mas” tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi berkembang sebagai model inovasi pelayanan publik bidang kesehatan yang berkelanjutan dan terukur di Kabupaten Blitar.
Dengan hadirnya inovasi ini, RSUD Srengat menegaskan komitmennya untuk berada di garis depan dalam percepatan penurunan stunting melalui edukasi gizi, pemberdayaan keluarga, dan kemitraan lintas sektor. Program ini diharapkan mampu menjadi lokomotif perubahan perilaku masyarakat menuju generasi Blitar yang lebih sehat dan bebas stunting.(tri)
















