banner 700x256

Warga Tangsil Wetan Keluhkan Jembatan Rusak di Dusun Tangsil Utara, Akses Petani Terputus Sejak Lama

banner 120x600
banner 336x280

Bondowoso – News PATROLI.COM –

Warga Dusun Tangsil Utara, RT 5, Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, kembali menyuarakan keluhan terkait kondisi jembatan yang menjadi akses utama para petani menuju area persawahan. Jembatan yang selama ini menjadi penghubung utama aktivitas pertanian itu kini rusak parah dan tidak bisa dilalui.

Berdasarkan keterangan warga, jembatan tersebut merupakan hasil swadaya dan gotong royong masyarakat sejak beberapa tahun lalu. Namun karena kondisi kayu dan material yang semakin rapuh, struktur jembatan kini ambruk dan membahayakan siapa pun yang mencoba melintas.

“Jembatan ini sangat penting bagi kami. Setiap hari petani lewat sini untuk ke sawah. Sekarang sudah hancur dan tidak bisa dilewati sama sekali,” ujar salah satu warga setempat.

Warga mengaku telah berupaya menyampaikan aspirasi pembangunan jembatan ini sejak tahun 2019 melalui musyawarah desa maupun proposal resmi. Namun, menurut mereka, hingga kini tidak pernah ada tanggapan atau tindakan nyata dari pemerintah desa, Jum’at ( 28/11/2025 ).

“Kami sudah berkali-kali mengusulkan sejak 2019. Tapi sampai sekarang tidak ada respon dari Kepala Desa,” tambah warga tersebut.

Baca juga :  Perhutani Bondowoso Sosialisasikan Kerjasama Agroforestry Kopi dan Alpukat Hass kepada LMDH Gunung Hijau

Kerusakan jembatan ini juga berdampak luas terhadap aktivitas pertanian. Para petani kini harus memutar lebih jauh untuk mencapai sawah, sehingga memperlambat proses tanam dan mengangkut hasil panen.

Kepala Desa Tangsil Wetan, Mashuri Andriandi, hingga berita ini diturunkan belum memberikan penjelasan resmi terkait keluhan warga dan usulan pembangunan jembatan tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan dapat segera turun meninjau lokasi dan mengambil langkah konkret. Mengingat jembatan tersebut merupakan fasilitas vital yang mendukung ekonomi warga, terutama para petani yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian di wilayah tersebut.

Warga juga menegaskan siap kembali bergotong royong, namun tetap berharap adanya dukungan anggaran dan perhatian dari pemerintah desa agar pembangunan jembatan dapat dilakukan secara layak dan bertahan lama.

Mereka berharap, keluhan yang sudah disampaikan sejak bertahun-tahun ini akhirnya mendapat perhatian, sehingga akses pertanian dapat pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.(wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *