Madiun, Newspatroli.com
Pemerintah Kota Madiun telah memiliki Perda terkait kepariwisataan serta penyelenggaraan ketahanan pangan dan gizi. Kedua Perda telah di dok beberapa waktu yang lalu. Karenanya, sosialisasi dilakukan agar kedua Perda inisiatif DPRD Kota Madiun itu dipahami masyarakat. Wali Kota Madiun Maidi hadir dalam sosialisasi yang berlangsung di Ngrowo Bening Edupark itu, Minggu (26/12).
‘’Perda ini penting sebagai salah satu jalan menuju kesejahteraan masyarakat. Perlu kita pahami bahwa kota kita ini ladangnya ya dari pariwisata,’’ kata wali kota.
Seperti diketahui, Kota Madiun tidak banyak memiliki sumber daya alam. Karenanya, perlu memaksimalkan sektor pariwisata untuk mendongkrak tingkat kunjungan masyarakat luar. Baik itu wisata kuliner maupun wisata tempat. Tak heran, Pemerintah Kota Madiun banyak membangun tempat-tempat baru serta sentra kuliner hingga ke tingkat kelurahan. Nah, hal itu akan semakin optimal dengan adanya aturan main melalui sebuah Perda.
‘’Masyarakat jangan hanya menjadi penonton. Harus ikut menjadi pemain di dalamnya. Perda ini harus dipahami agar masyarakat mengerti apa dan bagaimana mendukung sektor kepariwisataan ini,’’ jelasnya. Perda yang dimaksud adalah Perda Kota Madiun Nomor 6/2021 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Madiun 2020-2035 dan Perda Kota Madiun Nomor 5/2021 tentang Penyelenggaraan Ketahanan Pangan dan Gizi. Dalam Perda ini mengatur tentang arah kepariwisataan di Kota Madiun serta sektor yang potensial untuk dikembangkan. Dari Perda tersebut masyarakat bisa menangkap peluang-peluang yang harus dioptimalkan untuk menuju kesejahteraan.
Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Miko Bagus Saputro menyebut Perda telah dibahas sejak 2020 lalu. Perda di dok pada 2021 ini. Selain itu, masih ada sejumlah Perda lainnya. Seperti Perda tentang ekonomi kreatif dan lainnya. Perda hasil inisiatif DPRD Kota Madiun itu nantinya bakal ditindaklanjuti melalui Perwal dan lain sebagainya. ‘’Aturan ini penting sebagai landasan payung hukum agar dalam melangkah ke depan nanti semakin bisa optimal khususnya dalam bidang pariwisata dan ketahanan pangan,’’ ujarnya. (Mrsd/Bud)










