Kota Blitar, NewsPATROLI.COM –
Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kembali menunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui dukungan pendanaan DBHCHT bidang kesehatan Tahun Anggaran 2025, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dengan pengadaan berbagai sarana dan prasarana medis yang modern dan menunjang pelayanan pasien secara optimal.
Pemanfaatan DBHCHT tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Blitar dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Dalam berbagai kesempatan, Pemerintah Kota Blitar menegaskan bahwa penerimaan negara dari cukai hasil tembakau akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Di RSUD Mardi Waluyo, dana DBHCHT dimanfaatkan untuk pengadaan bahan medis habis pakai (BMHP), mesin anestesi, lampu operasi, sistem nurse call, Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk CT Scan, serta perangkat komputer yang mendukung pelayanan dan administrasi rumah sakit berbasis digital. Seluruh pengadaan tersebut dilakukan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku guna meningkatkan mutu layanan kesehatan.
Plt. Direktur RSUD Mardi Waluyo dr. Bernat menjelaskan bahwa dukungan DBHCHT menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan yang berkelanjutan. Menurutnya, pendanaan tersebut tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan sarana medis, tetapi juga memperkuat kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman, cepat, dan profesional kepada masyarakat.
Mesin anestesi dan lampu operasi yang diadakan melalui DBHCHT akan menunjang berbagai tindakan medis dan bedah, sementara sistem nurse call meningkatkan efektivitas komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan. Di sisi lain, UPS CT Scan memastikan operasional peralatan diagnostik tetap berjalan optimal, sedangkan perangkat komputer mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis digital yang semakin dibutuhkan di era modern.
Pemanfaatan DBHCHT ini sekaligus menjadi bukti bahwa cukai hasil tembakau yang dikelola negara dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan publik yang lebih baik. Karena itu, upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal menjadi sangat penting untuk menjaga penerimaan negara dan menjamin keberlangsungan program-program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Melalui penguatan fasilitas dan sarana kesehatan yang didukung DBHCHT, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, aman, modern, serta berkesinambungan bagi seluruh masyarakat Kota Blitar dan sekitarnya.(tri)
















