Medan – NewsPATROLI.COM –
Usai memastikan peringatan Hari Buruh Internasional 2026 berlangsung aman dan terkendali, Polrestabes Medan langsung tancap gas menjaga stabilitas dengan menggelar Doa Bersama Lintas Agama dan Syukuran di Lapangan Mapolrestabes Medan, Senin (04/05/2026) petang.
Mengusung tema “Merangkai Prestasi dalam Kebersamaan”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pesan tegas: Medan harus tetap adem di tengah dinamika sosial yang kerap memanas.
Tokoh lintas agama dari Islam, Kristen, Buddha, Hindu, hingga Konghucu tampak berdiri sejajar, melangitkan doa untuk kedamaian Kota Medan.
Kehadiran tokoh lintas etnis Tamil, Tionghoa, Melayu, hingga Jawa menjadi simbol kuat bahwa keberagaman di kota ini bukan potensi konflik, melainkan kekuatan pemersatu.
Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, dalam sambutannya yang dibalut pantun, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen, khususnya buruh, yang telah menjaga kondusivitas saat May Day.
“Terima kasih kepada seluruh elemen buruh yang telah menyampaikan aspirasi dengan aman dan tertib. Keamanan ini bukan kebetulan, tapi hasil kerja bersama,” tegasnya.
Namun, momen paling menyentuh terjadi saat kegiatan sosial digelar.
Kapolrestabes bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Besar Medan menyerahkan santunan kepada 31 anak yatim dari Panti Asuhan Bait Allah.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada keluarga besar Polri. Sebanyak 19 anak yatim Polri dan 4 anak yatim Anumerta anak dari personel yang gugur dalam tugas mendapat tali asih. Suasana haru kian terasa saat anak-anak panti menampilkan lagu yang menyentuh hati.
Dukungan datang dari Pemerintah Kota Medan. Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Medan, M. Sofyan, yang mewakili Wali Kota, menegaskan komitmen pemerintah untuk merespons aspirasi buruh secara konkret.
“Situasi Kamtibmas yang kondusif adalah fondasi pembangunan. Kami siap bersinergi dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang juga diisi tausyiah oleh Hasan Maksum ini ditutup dengan makan malam bersama, sebuah simbol kedekatan antara aparat, pemerintah, dan masyarakat.
Di tengah tantangan sosial yang terus bergerak dinamis, langkah Polrestabes Medan ini menjadi sinyal kuat: menjaga Medan tetap damai bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama.
(Dodi R. Sembiring)
















