Jember-News PATROLI.COM –
Imbas cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat nelayan di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember Jawa Timur tidak berani melaut selama kurang lebih dua bulan. Aktivitas penangkapan ikan terhenti dan penghasilan harian berkurang.
Tak hanya itu, nelayan Puger tidak punya pemasukan ekonomi untuk menopang kelangsungan hidup sehari hari,terpaksa dibantu istrinya selama musim paceklik menjadi pekerja serabutan dan menggadaikan barang barang yang berharga miliknya,sementara aktivitas sebagian nelayan membenahi alat tangkapannya.
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia HNSI Cabang Jember yang diketuai oleh Sikan ikut prihatin melihat nelayan Puger setiap datangnya musim paceklik, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia HNSI mempunyai gagasan/inisiatif kedepan dengan membuka lahan pekerjaan bagi nelayan dengan menggandeng stakeholder yang ada di Kabupaten Jember Jawa Timur.
Suhaji Boyong salah satu nelayan Puger saat dikonfirmasi mengatakan, “Cuaca buruk serta angin kencang kami takut dan berbahaya mas tidak berani melaut dan tidak ada penghasilan total, kalau sudah begini apa yang ada sudah mas misalnya kayak kemarin itu sempat gadaikan Genset untuk istri saya buat belanja kadang dibantu istri saya jadi pekerja serabutan,untuk kerja lain tidak punya ke ahlian saya karena dari kecil sudah lahir dari keluarga nelayan”keluhnya.
Selama kurang lebih enam bulan nelayan Puger pengangguran dan tidak punya penghasilan setiap harinya, “Biasanya musim paceklik ini selama enam bulan,enam bulan paceklik enam bulan musim ikan” imbuhnya/
Melihat situasi yang memprihatinkan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia HNSI turun tangan mencari solusi agar supaya setiap tahun datangnya musim paceklik nelayan punya pemasukan untuk menopang ekonomi bagi keluarga nelayan Puger.
Di tempat yang berbeda Sikan ketua Dewan Pimpinan Cabang DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia HNSI saat diwawancarai menuturkan
“Ini adalah siklus tahunan yang pasti terjadi,dimana setiap bulan November sampai Maret siklus yang namanya angin barat, disitulah terjadi paceklik total dari seluruh aktivitas nelayan hampir seratus persen terhenti,dengan total kurang lebih ada lima belas ribu terdampak dari siklus ini,lima belas ribu nelayan hampir pasti tidak punya kegiatan upaya dalam mempertahankan ataupun kegiatan untuk ekonominya”tuturnya
Lebih lanjut Sikan menuturkan. “Ini adalah satu hal yang ironis sekali dimana nelayan adalah salah satu komponen penting dalam menyumbang protein dalam kehidupan bangsa ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,akibat dari peristiwa ini akhirnya mengalami situasi yang sangat ironis, ironisnya adalah nelayan tidak bisa melaut sehingga suplai Ikan ini pasti berdampak sehingga harga ikan melambung tinggi,termasuk didalamnya adalah tidak ada aktivitas sama sekali untuk menopang ekonominya, sehingga mereka melakukan berbagai cara apa saja yang bisa dilakukan dalam hal ini mungkin mereka menggadaikan barang barang yang dimiliki ada juga mereka harus pinjam sana sini kepada famili keluarga atau juga pada juragan masing masing” ucapnya
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia HNSI mempunyai hal penting untuk mengantisipasi datangnya musim paceklik bagi nelayan Puger untuk mendapatkan pundi pundi rupiah setiap datangnya musim paceklik.
Ini adalah hal penting ya untuk kita sampaikan secara moral, seperti yang saya sampaikan tadi bahwasanya ini peristiwa ini tahunan yang pasti terjadi,nah kepedulian pemerintah untuk membaca situasi ini untuk menghadirkan program program yang sifatnya antisipatif atau mungkin program lebih bersifat reguler yang setiap tahun itu ada, nah ini peran pemerintah sangat penting karena membaca situasi ini sangat sangat prihatin sekali dimana kehidupan nelayan yang sangat terasa sekali susahnya sekarang.
Mata pencaharian mereka terputus akibat angin kencang dilema melaut resikonya sangat besar sekali dampak kehilangan mata pencaharian sangat terasa sekali dan besar harapan saya sekali lagi dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia cabang Jember ini supaya pemerintah dalam hal ini pemerintah kabupaten lebih peka sosial ekonominya karena masyarakat kita, masyarakat Nelayan yang terdampak ada kurang lebih lima belas ribu pak,bisa kita bayangkan kalau mereka dalam situasi ini sulit untuk menopang kehidupan sehari hari,bayangkan kalau ada program yang sifatnya adalah partisipatif atau antisipatif kita bisa menyediakan mungkin dalam bentuk anggaran dan terkait dengan anggaran ini kan ada Perda dalam hal ini saya memohon untuk wacana kedepan ada Perda nelayan yang termasuk didalamnya adalah mengantisipasi kondisi kondisi seperti ini”Harap Sikan Selaku ketua DPC HNSI Jember
HNSI Cabang Jember berharap pemerintah kabupaten Jember lebih memperhatikan dan membaca nasib nelayan dalam kondisi dimusim paceklik
Didik Purba












