Diskominfo Sumenep Ajak Generasi Muda Gaungkan Festival Musik Tong-Tong ke Kancah Global

banner 120x600
banner 336x280

Sumenep – News PATROLI.COM –

Suasana malam di depan Masjid Jamik Sumenep menjelma menjadi lautan pesona kebudayaan, Sabtu (17/10/2026). Ribuan pasang mata terpukau oleh irama energik dan megahnya derap perkusi dalam gelaran Festival Musik Tong-Tong se-Madura. Di tengah riuk-pikuk kemeriahan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep menghadirkan terobosan segar melalui gerakan “Nongtong Bareng” sebuah langkah strategis untuk memadukan keagungan tradisi dengan kekuatan media digital.

Festival yang menjadi simpul identitas budaya Madura ini tak sekadar menjadi tontonan visual, tetapi juga panggung partisipasi aktif bagi masyarakat. Terlihat dari antusiasme para pengunjung, khususnya kalangan muda, yang riuh mengabadikan setiap dentuman musik melalui gawai mereka. Foto penuh estetika, cuplikan video pendek, hingga siaran langsung (live streaming) seketika membanjiri pelbagai platform digital seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube.

Melalui gerakan Nongtong Bareng, Diskominfo Sumenep berhasil mengubah peran penonton: dari sekadar penikmat seni, menjadi duta budaya digital. Kemegahan seni tradisional yang berlangsung di jantung kota Sumenep pun dapat menembus batas ruang dan waktu, dinikmati oleh khalayak yang jauh lebih luas secara real-time.

Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk menjembatani kearifan lokal dengan gaya hidup generasi masa kini. Menurutnya, pelestarian budaya tidak boleh kaku, melainkan harus dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa merusak nilai keasliannya.

Baca juga :  Peringati HUT ke-81 RI, Pemkab Sumenep Dorong Inovasi dan Gotong Royong untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Melalui gerakan ini, kami ingin masyarakat ikut menyukseskan kampanye digital dengan membuat dan membagikan konten kreatif baik berupa video pendek, cerita media sosial, maupun siaran langsung di berbagai platform digital,” ujar Indra Wahyudi di sela-sela acara, Sabtu (17/10/2026).

Indra menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi hangat masyarakat. Sinergi antara pemerintah, seniman, dan pengunjung terbukti mampu melipatgandakan daya jangkau promosi wisata budaya Sumenep.

Perkembangan teknologi, bagi Diskominfo Sumenep, bukanlah ancaman bagi kelestarian tradisi, melainkan batu loncatan menuju pengakuan yang lebih luas. Melalui sebaran konten yang viral dan berkualitas, Musik Tong-Tong diharapkan tidak hanya menggetarkan bumi Madura, tetapi juga memikat perhatian pecinta seni di tingkat nasional hingga mancanegara.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai panggung internasional bagi atraksi budaya musik tong-tong melalui kampanye digital yang masif dan bertanggung jawab,” tegas Indra.

Festival Musik Tong-Tong se-Madura tahun ini menjadi bukti nyata bahwa kesenian leluhur dapat bersanding harmonis dengan kemajuan teknologi. Lewat gerakan Nongtong Bareng, merawat warisan budaya kini menjadi begitu dekat, sederhana, dan membanggakan cukup dengan satu rekaman kreatif dari genggaman tangan.
(Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *