banner 700x256

Finalis Duta Anti Narkoba 2025 Kunjungi PP Al Kholiqi Sidoarjo, Kampanyekan Rehabilitasi Holistik untuk Korban Narkoba

Finalis Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2025 Kunjungi PP Al Kholiqi Sidoarjo, Kampanyekan Rehabilitasi Holistik untuk Korban Narkoba
banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Komitmen dalam memerangi penyalahgunaan narkotika tak cukup hanya dalam kata-kata. Menyadari pentingnya aksi nyata, para finalis Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2025 melakukan kunjungan edukatif ke Yayasan Pondok Pesantren (PP) Al Kholiqi Rehabilitasi Pecandu Narkoba cabang di Sidoarjo, Minggu (8/6/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembekalan sekaligus kampanye sosial yang menyasar kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba. Para finalis mengikuti sesi penyuluhan interaktif bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo, tim medis, serta pengurus pesantren.

Yusuf Rizal, Penyuluh Adiksi BNNK Sidoarjo, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara institusi negara dan lembaga keagamaan seperti PP Al Kholiqi menjadi langkah strategis dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Saya ucapkan terima kasih kepada panitia, dan khususnya kepada Gus Kholiq. Beliau sudah sejak 2012 menjadi pionir dalam rehabilitasi berbasis pesantren,” ujar Yusuf.

Baca juga :  YPP Al Kholliqi Sidoarjo Jadi Harapan Baru Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Gus Kholiq: Kami Pulihkan dengan Kasih dan Doa

Ia juga mendorong para finalis agar mampu menyampaikan pesan anti narkoba secara kontekstual dan menyentuh hati masyarakat.

Ditempat yang sama, dr. Erie Eko, Dokter Adiksi dari BNNK Sidoarjo, menjelaskan pentingnya pendekatan rehabilitasi terpadu yang mencakup aspek medis dan sosial.

“Rehabilitasi harus berjalan seimbang. Selain obat, pasien juga butuh pendampingan sosial agar tak kembali ke lingkaran lama,” jelasnya.

Pimpinan PP Al Kholiqi, H. Abdul Kholiq atau yang akrab disapa Gus Kholiq, memperkenalkan metode rehabilitasi yang diterapkan di pondoknya, yakni pendekatan spiritual dan tradisional.

“Kami gunakan metode gurah, hipnoterapi, dan terapi rendam malam yang dikombinasikan dengan sholawat dan pembinaan rohani. Ini bukan hanya penyembuhan fisik, tapi juga batin,” tuturnya.

Ia berharap kunjungan para finalis ini dapat menyuarakan bahwa rehabilitasi bukan hanya tugas lembaga, tapi menjadi tanggung jawab moral seluruh lapisan masyarakat. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *