banner 700x256

Jackpot Nagoya Game Zone kini Dipadati Pemain

banner 120x600
banner 336x280

Batam, Newspatroli.com

Gelanggang Permainan (Gelper) Nagoya Game Zone semakin tumbuh subur. kebebasan Gelper itu pun karena memiliki izin dari Badan Penanaman Modal (BPM) namun di sayangkan, hal itu diduga telah disalah gunakan.

Selain modus mengantongi izin gelanggang permain (Gelper) yang dikeluarkan Kepala BPM Kota Batam, Gustian Riau, para pelaku bisnis gelper itu sengaja mempekerjakan sejumlah orang untuk melakukan penukaran uang.

Seperti Rokok, handphone hingga kupon berhadiah sepeda motor, merupakan kamuflase para pelaku untuk mengecoh agar terhindar dari jeratan hukum pasal 303 KUHP. Itulah yang terjadi di lokasi Gelper Nagoya Game Zone di Nagoya Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam.

Puluhan mesin permainan itu yang berada di gedung dipenuhi dengan pemain.

Para pelaku bisnis berbau judi itu tidak masuk dari pintu utama ruko, melainkan dari sisi belakang, agar langkah mereka tidak diketahui umum. Namun di sayangkan, kegiatan tersebut seolah olah tidak tersentuh aparat penegak hukum sehingga merajalela di tengah- tengah masyarakat kota Batam.

Terlihat dari pandangan orang pun, gayanya main cantik asalkan kondisi tidak ricuh, maka para pelaku ini terus mendapat restu.

Baca juga :  Seluruh Eksepsi PWO Ditolak PN Medan, Kuasa Hukum IWO: Pemberitaan Soal Klien Kami Kalah Bentuk Pembodohan Publik

Siapa saja yang ke ruko tersebut selain pemegang saham? Adalah mereka para pekerja yang bertugas untuk mengantar hadiah seperti rokok yang ditukarkan para pemain yang tengah hoki. Rokok perslop yang diperoleh, ditukar kembali dengan uang. Ciri-ciri mereka menggunakan tas ransel atau tas sandang.

Salah seorang pedagang di sekitar yang enggan di sebut namanya, iya pun menerangkan bahwa adanya praktek judi di dalamnya, iya mengatakan bahwa gelper tersebut selalu ramai setiap harinya, Gelper itu di namia Nagoya Game Zone. Dulu sih namanya Hollywood sekarang dah di ganti”, Katanya.

“Sejauh ini masih aman-aman aja kok. Akhir-akhir ini Belum pernah saya lihat ada pihak berwajib atau Penegak Hukum melakukan razia di sana,” sebut dia.

Berdasarkan informasi yang diterima awak media, gelper tersebut diduga kuat menyalah gunakan izin yang telah di berikan. hal ini, diminta dari dinas terkait telusuri lagi perijinannya supaya tidak di salah gunakan oleh bos Gelper.

Pantauan di lokasi, terlihat para pengunjung asik bermain tanpa ada rasa khawatir ditangkap pihak berwajib. (Veri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *