banner 700x256

Jalan Nglener Membentang Hamparan Sawah Hijau Royo Royo, Jalur Pedesaan di Balen-Bojonegoro

banner 120x600
banner 336x280

Bojonegoro ,– News PATROLI.COM –

Hamparan hijau padi di wilayah utara Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro seolah menjadi permadani alam yang menenangkan. Di tengah panorama asri inilah, jalan cor beton membelah dan menjadi akses warga. Jalan tersebut tak hanya indah, tapi menyimpan harapan warga untuk menata ekonomi ke depan lebih baik.

Jalan tersebut merupakan hasil program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 yang diterima Pemerintah Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen. Akses jalan sepanjang 1.886,5 meter yang dulu kurang bagus, kini disulap menjadi poros strategis yang cantik. Jalan yang dulunya sulit dilalui saat hujan, kini mulai bersalin rupa menjadi jalur mulus yang memanjakan mata siapa saja yang melintas.

Pembangunan infrastruktur senilai Rp 4,6 miliar ini menghubungkan Desa Mulyoagung dengan Desa Bogo. Jalur tersebut juga bisa menuju wilayah kota, yakni tembus Jalan Veteran.

Titik-titik pembangunan yang tersebar di wilayah RT 1, 8, 10, dan 11 Desa Mulyoagung, kini tak hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga menawarkan rute perjalanan yang menyegarkan bagi warga yang ingin menuju pusat Kota Bojonegoro.

“Kami ingin pembangunan ini tidak hanya fungsional, tapi juga membawa semangat baru bagi warga. Melihat jalan yang rapi di tengah sawah yang hijau memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kami,” ujar Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho.

Baca juga :  Penguatan SDM Polri, Polres Bojonegoro Latih Personel Tanggap Darurat dan SAR

Bagi warga, proyek yang ditargetkan rampung pada 15 Maret 2026 ini adalah jawaban atas mimpi panjang. Karena dengan jalan cor ini, biaya transportasi petani lebih murah. Petani tak lagi terbebani biaya angkut tinggi saat panen tiba. Juga memberi akses layanan publik, karena menuju fasilitas kesehatan dan sekolah di kota kini terasa lebih dekat dan nyaman. Bahkan, jalur tersebut merupakan jalur alternatif mengurai kemacetan di jalur utama menuju kota.

“Kami optimis jalan ini akan menjadi poros ekonomi baru. Kelancaran akses pertanian adalah kunci kesejahteraan petani kami,” tambah Abdi dengan nada optimis.

Pengerjaan fisik yang telah dimulai sejak akhir Oktober 2025 ini diharapkan menjadi warisan berkelanjutan. Abdi berharap, keindahan jalur yang kini sedang dibangun dapat dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Bukan hanya sebagai sarana lewat, namun sebagai simbol gotong royong dan kemajuan desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *