Madiun, News PATROLI.COM
Ketua Badan Permusyarawatan Desa (BPD) Tiron, Harnowo, kecewa karena, saat acara pelaksanaan ujian perangkat tidak mendapatkan undangan resmi dari Tim Pengisian Perangkat Desa (TPPD) untuk ikut menghadiri pelaksanaan pengisian perangkat tersebut.
Menurut Harnowo, BPD merupakan mitra dari pemerintah desa, seharusnya mendapatkan undangan resmi untuk ikut hadir dan mengawasi kegiatan tersebut. Meskipun dalam pelaksanaan ujian sudah ada tim pengawas resmi dari Kecamatan.
“BPD sebenarnya ada fungsi pengawasan dalam arti fungsi pengawasan secara umum. Meski dalam tes ujian tersebut sudah ada tim pengawas sendiri dari kecamatan. Prinsip saya kalau hanya pemberitahuan saya tidak hadir karena bukan undangan. Karena disana itu ada anggaran untuk transport dan sebagainya,” Ungkap Harnowo saat ditemui di rumahnya, Selasa (29/11/2022).

Harnowo kembali menegaskan sebaiknya BPD diundang secara resmi untuk hadir dalam pelaksanaan ujian perangkat tersebut.
“Menurut saya sebaiknya, karena BPD itu mitra pemerintah seharusnya diundang,” tambah Harnowo.
Menanggapi itu, Sekertaris Desa Tiron, Subandi saat ditemui diruangannya mengatakan, dirinya memang tidak memberikan undangan secara resmi kepada BPD untuk menghadiri Ujian perangkat desa, hanya pemberitahuan saja.
“Memang hanya diberikan pemberitahuan, semua memang hanya diberi pemberitahuan seperti pak Camat dan lainnya,” ungkap Subandi (29/11/2022).
Perlu diketahui, Pelaksanaan ujian perangkat Desa Tiron dilaksanakan dua hari, yang pertama ujian tulis dilaksnakan di SDN 1 Tiron sedangkan ujian praktek dilaksanakan di SMPN 1 Balerejo, Kabupaten Madiun.
Dalam acara tersebut turut dihadiri, Kepala Desa Tiron, Kapolsek Nglames AKP Suwandono, Danramil, Camat Madiun Ambang Prasetiyo Utomo serta Wakil BPD. (*/but)










