Sidoarjo – News PATROLI.COM –
Untuk meminimalisir penyebaran penyakit disekolahan, pemerintah daerah Sidoarjo melalui dinas kesehatan bersosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) yang merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit pada anak usia Sekolah. Oleh karena itu penanaman nilai-nilai PHBS di Sekolah merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan melalui pendekatan usaha Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS ) .
Sementara itu untuk meningkatkan Perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) ditatanan sekolah dan Upaya Kesehatan Sekolah ( UKS ), Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo melalui Puskesmas Buduran .
Seperti sosialisasi yang di Gelar di Kecamatan Buduran Kamis ( 22/06/2022) dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H.Usman , Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Ummi Khaddah, staf puskesmas Buduran dan guru pembina UKS .

Dalam acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman, Dalam kesempatan itu Usman menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah dan DPRD hadir menjamin peserta didik serta memahami PHBS dan berketrampilan sesuai dengan prinsip hidup sehat.
Dia juga menjelaskan, perilaku hidup bersih dan sehat dalam lingkungan sekolah tentu sangatlah penting untuk terus ditingkatkan. “Banyak sekali PHBS yang mesti dilakukan di sekolah seperti memakai masker, mencuci tangan yang baik dan benar sebelum atau sesudah makan, jangan jajan sembarangan, tidak membuang sampah sembarangan dan sebagainya,“ jelasnya.

H. Usman menambakan, “perilaku hidup bersih dan sehat perlu diterapkan sejak usia dini. Salah satu target utama untuk meningkatkan PHBS yaitu dilingkungan sekolah. Selain itu kegiatan pelayanan kesehatan melalui UKS diantaranya ditujukan untuk perbaikan gizi ,kesehatan Lingkungan pencegahan dan memberantas penyakit serta penyuluhan kesehatan.” imbuhnya.
“Diharapkan melalui kegiatan PHBS di Sekolah dan Upaya UKS ini mulai dari guru, siswa dan seluruh masyarakat yang ada dilingkungan sekolah dapat lebih memahami penerapan PHBS di lingkungan sekolah dan menghidupkan kembali UKS sehingga dapat meningkatkan produktivitas, kemandirian dan derajat kesehatan sekolah,” pungkasnya.(ADV/Ags)