banner 700x256

Komoditas Porang di Kabupaten Madiun, Pendongkrak Ekonomi Petani Paling Unggul di Indonesia

banner 120x600
banner 336x280

Madiun, Newspatroli.com

Tak ayal dan tak bisa di pungkiri jika hal tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo untuk terus mendorong industri pengolahan komoditas porang agar semakin berkembang pesat.

Syahrul menuturkan kerja pemerintah kedepan akan terus fokus untuk kepentingan rakyat baik hari ini maupun masa depan agar lebih baik. Ia juga menambahkan salah satu pesan spesifik Bapak Presiden adalah kembangkan komoditas Porang dan walet secara optimal.

” Porang memang sudah ada walet juga sudah ada tapi belum dalam intervensi secara khusus. Dan hari ini kita akan intervensi,” ujar Syahrul saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Kamis (17/6/2021)

Lanjut Mentan, hal ini sesuai dengan pesan dan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menaruh perhatian khusus terhadap perkembangan komoditas porang dan sarang burung walet. Perusahaan pengolahan porang harus didorong untuk lebih berkembang lagi ke depannya.

Salah satunya adalah industri olahan Porang yang siap ekspor ke seluruh pasar mancanegara. Diketahui, Porang di Kabupaten Madiun sudah mampu diubah dengan berbagai macam produk. Mengenai kultur tanah ia menyebutkan Indonesia adalah negara subur dan memiliki kecocokan untuk mengembangkan budidaya porang.

” Porang itu asalnya dari Indonesia dan semua orang di dunia harus mengetahui hal tersebut. Tentunya saya juga mendorong semua pihak dengan kekuatan pertanian yang semakin maju, mandiri dan modern ini mampu menghasilkan porang yang berkualitas,” ujar Mentan

Baca juga :  Polres Wonogiri Dukung Program Ketahanan Pangan, Serap 10 Ton Jagung ke Bulog

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian terus mendorong budidaya porang dengan melepas varietas unggul Madiun1 yang memiliki keunggulan cepat panen dan hasil yang berkualitas. Tercatat, luas tanam tahun 2021 untuk Kabupaten Madiun mencapai 752 hektare dan akan ditambah menjadi 800 hektare pada tahun 2022 mendatang.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur mengapresiasi support upaya Kementerian Pertanian (Kementan) yang terus mempersiapkan bibit porang unggul untuk kebutuhan industri berkualitas. Ia mendorong budidaya tanaman porang di Provinsi Jawa Timur semakin menggeliat. Dengan begitu ia berharap kesejahteraan masyarakat juga akan ikut meningkat.

” Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah membuat surat keputusan untuk tidak melakukan ekspor katak ” pujinya

Karena itu, Khofifah berharap Pemerintah Kabupaten Madiun membantu mensosialisasikan hal tersebut . Ia sudah menyiapkan regulasi atas permintaan LMDH petani porang supaya katak itu dilarang ekspor. Karena tren untuk menanam porang itu tinggi. Mereka butuh bibit itu

” Kita konsolidasikan mengenai sanksinya ” tutupnya

Dalam kegiatan yang bertajuk Gerakan Panen Porang tersebut juga penandatangan nota kesepakatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu para petani pora. Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi , serta Bupati Madiun H. Ahmad Dawami. ( Bud/Mar )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *