Banner Berdiri Dalam Berita 2
Banner Berdiri Dalam Berita 2
banner 700x256

Lapas I Madiun Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Lewat Siringkes

Budi Wiyono
Lapas I Madiun Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Lewat Siringkes
banner 120x600
banner 336x280

Madiun – News PATROLI.COM –

Petugas kesehatan Lapas Kelas I Madiun rutin melaksanakan pemeriksaan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP). Sistem pemeriksaan keliling kesehatan (Siringkes) terhadap WBP ini dilakukan mulai dari penyakit ringan hingga berat agar kesehatan WBP terjaga.

Kepala Lapas I Madiun, Kadek Anton Budiharta mengatakan, pemeriksaan kesehatan bagi WBP ini dilakukan untuk memastikan kesehatan mereka terjaga. Jika ada WBP sakit dan tidak dapat mendatangi klinik Lapas, maka tenaga kesehatan terjun langsung ke blok hunian untuk melakukan pemeriksaan kesehatan WBP tersebut.

“Jadi para WBP dalam menjalani masa pidana ini tentunya tetap mendapatkan hak-haknya ya salah satunya adalah pelayanan kesehatan ini,” ujarnya, Sabtu (18/11/2023).

Kadek Anton menjelaskan, pemeriksaan kesehatan bagi WBP dilakukan secara rutin oleh dokter dan tenaga kesehatan lapas. Disamping klinik yang sudah mempunyai ijin operasional dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Madiun, Lapas Kelas I Madiun juga memiliki seorang dokter umum, satu dokter gigi serta tiga perawat.

Baca juga : Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Gandeng BNN Lakukan Tes Narkoba

“Bukan hanya itu saja, Klinik Lapas Kelas I Madiun juga memiliki beberapa kader kesehatan dari WBP yang telah dilatih, sehingga menjadi kepanjangan tangan tenaga kesehatan Lapas Kelas I Madiun dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi warga binaan,” ungkapnya.

Kadek Anton menegaskan, peningkatan pelayanan kesehatan di lapas merupakan instruksi Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono. Heni dalam setiap kesempatan menekankan seluruh jajaran lapas, rutan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada warga binaan terutama bidang kesehatan.

“Karena semua pembinaan tidak bisa berjalan lancar jika warga binaannya sakit atau kurang sehat,” pungkasnya. (Budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *