banner 700x256

Lapas Kelas IIA Sidoarjo Panen Telur Ayam Petelur, Wujudkan Pembinaan WBP Berbasis Kemandirian

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang berdampak nyata bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program pembinaan kemandirian berupa budidaya ayam petelur yang kini mulai menuai hasil positif, Senin (9/2/2016).

Panen telur ayam petelur dilaksanakan di area peternakan Lapas Kelas IIA Sidoarjo, dengan melibatkan langsung WBP binaan yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian. Dalam kegiatan tersebut, WBP secara aktif terlibat sejak tahap perawatan kandang, pemberian pakan, hingga proses pemanenan telur yang dilakukan secara rutin dan terjadwal.

Program budidaya ayam petelur ini dirancang untuk membekali WBP dengan keterampilan praktis di bidang peternakan, sekaligus menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, disiplin, serta kemandirian. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal penting bagi WBP ketika kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo Disriwulan Agus Tomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembinaan berbasis produktivitas yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia WBP.

Baca juga :  Bupati Bojonegoro Buka Bazar Ramadhan, UMKM Bahagia dan Meningkatkan Daya Saing

“Melalui program peternakan ayam petelur ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan WBP setelah bebas nanti. Program ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membentuk karakter WBP agar lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap berdaya saing,” ujarnya.

Hasil panen telur dari program pembinaan tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan internal lapas, sekaligus dikembangkan sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi produktif. Dengan demikian, kegiatan pembinaan tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi keberlangsungan operasional lapas.

Melalui pembinaan kemandirian ini, Lapas Kelas IIA Sidoarjo berharap WBP mampu mengembangkan potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta memiliki kesiapan mental dan keterampilan kerja yang memadai ketika kembali ke lingkungan sosialnya.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Sidoarjo berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, berkelanjutan, dan selaras dengan tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk pribadi WBP yang lebih baik, mandiri, dan produktif. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *