banner 700x256

SPBU Tempurejo Bayarkan Tuntutan Kompensasi Warga Terdampak Pencemaran

banner 120x600
banner 336x280

Kediri – News PATROLI.COM –

Pihak SPBU Tempurejo akhirnya memenuhi tuntutan warga RT 05/ RW 02 Kelurahan Tempurejo, Kecamatan  Pesantren, Kota Kediri yang meminta kompensasi sebesar 1,5 juta rupiah tiap bulannya, selama proses normalisasi sumur yang tercemar akibat kebocoran tangki SPBU dilakukan.

Dalam hal ini, Eko Budiono, Kuasa Hukum SPBU Tempurejo mengatakan, bahwa pada pertemuan sebelumnya, warga setempat memang sudah menyampaikan tuntutan kompensasi tersebut. Setelah dilakukan koordinasi bersama pihak manajemen, SPBU Tempurejo pun menyetujui permintaan warga dan membayarkan ganti rugi atau kompensasi tersebut kepada warga terdampak pencemaran.

“Sudah kami berikan. Kami memang mengupayakan apa yang menjadi permintaan warga terdampak terakomodir,” ungkap Eko, Kamis, (16/11/2023).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua RT setempat, Abdullah Mubarok juga mengaku bahwa kompensasi senilai 1,5 juta tersebut sudah diterima oleh warga yang terdampak pada hari Rabu, 15 November 2023 kemarin. Ia menyebut bahwa kompensasi ini kedepannya akan dibayarkan setiap satu bulan sekali, selama normalisasi sumur dilakukan oleh pihak SPBU, Pertamina, DLHKP, dan juga pihak ITS.

“Kami sudah menerima kompensasi dari pihak SPBU sebesar 1,5 juta pada setiap warga terdampak. Kami juga berterimakasih kepada pihak SPBU, karena bagi kami ini juga merupakan iktikad baik dari SPBU kepada warga dalam menyelesaikan kasus pencemaran ini,” aku Abdullah.

Baca juga :  Menggerakkan Hati, SH Terate Kota Kediri Pusat Madiun Gelar Kerja Bakti

Kedepan, ia berharap kasus ini cepat terselesaikan dan pencemaran tidak terulang kembali, “Kedepannya kami harap hubungan antar pihak juga tetap terjaga. Karena mau bagaimanapun, kasus pencemeran yang terjadi ini adalah musibah yang tidak bisa kita tebak,” ujar Abdullah.

Sementara itu, Eko Budiono juga menambahkan, bahwa terkait normalisasi sumur warga yang tercemar sudah mulai dilakukan treatment yang direkomendasikan dari pihak ITS, “Kami sudah menindaklanjuti per hari ini. Dan minggu depan akan dilakukan survey kembali, check lab berkala sampai dengan pihak ITS memberikan keterangan bahwa air di sumur warga sudah benar-benar layak digunakan,” ujar Eko seraya berharap bahwa kasus ini juga segera selesai agar masyarakat tidak lagi kesulitan dengan adanya musibah ini, dan mereka bisa kembali memanfaatkan sumur airnya untuk kebutuhan sehari-hari seperti sedia kala. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *