banner 700x256

Tujuh Tahun Bertahan, Pabrik Tahu di Bondowoso Jadi Penopang Ekonomi Warga

banner 120x600
banner 336x280

Bondowoso – News PATROLI.COM –

Di tengah tekanan ekonomi dan ketatnya persaingan usaha yang membuat banyak bisnis bertahan “seumur jagung”, tak sedikit pelaku usaha yang memilih menyerah dan mencari peruntungan di perantauan. Kegagalan demi kegagalan dalam merintis usaha kerap membuat masyarakat frustrasi, bahkan untuk sekadar bertahan hidup pun menjadi tantangan besar.

Namun berbeda dengan Haji Rahmat, pria asal Bondowoso yang justru mampu membuktikan bahwa ketekunan dan kerja keras dapat membuahkan hasil. Melalui usaha pabrik tahu yang dirintisnya dari nol, ia kini sukses membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan warga sekitar.

“Saya bersyukur, di tengah sulitnya lapangan pekerjaan dan mata pencaharian, saya bisa membuka usaha dan membantu meringankan beban mereka untuk hidup,” ujar Haji Rahmat saat ditemui di lokasi usahanya.

Usaha yang diberi nama UD Rahmat Makmur tersebut berlokasi di Desa Traktakan dan telah berdiri kurang lebih tujuh tahun. Haji Rahmat mengaku perjalanan membangun usahanya tidaklah mudah. Berbagai pengalaman pahit dan manis, jatuh bangun dalam mengembangkan usaha, telah ia lewati.

Baca juga :  Satgas Pangan Polres Ponorogo Pantau Bahan Pokok di Sejumlah Pasar Jelang Nataru

“Saya merintis dari nol. Banyak sekali tantangan yang saya hadapi, tapi dengan usaha, kerja keras, dan doa yang selalu saya panjatkan, saya bersyukur usaha ini bisa berkembang,” tambahnya.

Saat ini, UD Rahmat Makmur telah mempekerjakan sekitar 30 orang karyawan. Keberadaan pabrik tahu tersebut tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi keluarga Haji Rahmat, tetapi juga menjadi penopang ekonomi bagi puluhan keluarga di sekitarnya.

Ke depan, Haji Rahmat berharap usahanya terus berkembang dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Ia juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar dapat menyesuaikan harga bahan produksi, sehingga pelaku usaha kecil dan menengah dapat menjalankan usahanya dengan lebih stabil.

“Saya berharap pemerintah bisa membantu menyesuaikan harga bahan produksi agar usaha kami bisa berjalan lancar dan terus berkembang,” tutupnya.

Kisah Haji Rahmat menjadi bukti bahwa di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, semangat pantang menyerah dan konsistensi dalam berusaha tetap menjadi kunci untuk meraih keberhasilan.
(Dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *