banner 700x256

Valen Gadis Penderita Tumor Ganas tidak Patah Semangat, Ingin Berobat Melawan Sakit yang Dideritanya

banner 120x600
banner 336x280

Tanggamus – News PATROLI.COM –

Butuh uluran tangan dari para dermawan Velen (17) THN warga Dusun suka maju pekon Gunung Megang Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus yang di Vonis penderita tumor ganas Dalam lubang hidung.

Velen yang diketahui merupakan Putri pertama dari ibu lismawati (42) divonis menderita penyakit tumor Yakni, pada bagian lubang hidung sebelah kanan yang perlahan makin menjalar ke mata.Dalam hal ini keluarga gadis penderita tomor ini tidak membuat keluarga patah semangat dan butuh perjuangan menghadapi dan mengobati penyakit velen, namun kondisi keuangan keluarga mereka masih terbilang pra sejahtera, sehingga, adapun langkah-langkah pengobatan yang kerap hendak mereka tempuh harus terhambat.

Ibunda Velen mengatakan, “Putri tercintanya sudah sekitar 2 bulan berjuang melawan penyakit tumor ganas yang dia derita, sejauh ini upaya pengobatan yang mereka lakukan adalah ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung”, ujarnya.

“Namun pihak rumah sakit Abdul moeloek menganjurkan ke pihak penderita agar supaya dirujuk ke RSUD Jakarta,

Baca juga :  Polres Jember Berbagi Kasih ke Panti Asuhan Sambut Perayaan Natal

Saran terakhir dari dokter untuk dilakukan di rujuk ke RSUD Jakarta, kalau keluarga sih ikut aja gimana saran dokter yang penting anak bisa sehat lagi”, harapnya.

Untuk diketahui, saat ini Velen hanya dapat berbaring terlentang dengan kondisi tubuh semakin kurus dan hidung sebelah kanan perlahan semakin sakit hingga mengeluarkan darah.

Pihak keluarga juga membuka pintu selebarnya apabila ada tangan- tangan darmawan yang hendak membantu pengobatan Velen, bisa melalui transfer antar bank ke rekening atas nama Lis atau memberi bantuan secara langsung ke kediamannya.

Sampai saat ini, orang tuanya belum memiliki rumah, Velen tinggal bersama neneknya di kampung, sedangkan orang tuanya harus merantau ke jakarta.

Keseharian orang tuanya hanya bekerja sebagai tukang tambal ban di Kebayoran lama, itupun bukan milik sendiri tetapi ikut dengan orang lain. (Iriyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *