banner 700x256

Warga Ngrupit Mengeluh Proyek Irigasi DAS Mengakibatkan Kerusakan Jalan

banner 120x600
banner 336x280

Ponorogo, News PATROLI.COM –

Proyek irigasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Solo di Dukuh Krajan, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, menuai keluhan warga. Aktivitas proyek yang melibatkan kendaraan pengangkut material dan alat berat diduga menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur desa, terutama jalan penghubung Ngrupit menuju Juranggandol, Kelurahan Kadipaten Babadan.

Jalan yang sebelumnya dalam kondisi cor kini rusak, berlubang, dan berubah menjadi becek serta berlumpur saat hujan. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga sehari-hari, mulai dari mobilitas pelajar hingga roda perekonomian desa.

Ketua RT 06 RW 02 Dusun Krajan, Sehadi, menyebut sejak awal proyek sudah ada kesepakatan bahwa setiap kerusakan akibat aktivitas proyek akan diperbaiki. Namun hingga proyek selesai pada pertengahan Desember 2025, perbaikan tak kunjung direalisasikan.

“Jalan dan gorong-gorong rusak akibat truk material. Warga hanya minta dikembalikan seperti semula. Jangan sampai proyek selesai tapi meninggalkan masalah,” ujarnya kepada ponorogo, Jum’at 16/1/2026.

Kepala Desa Ngrupit, Suherwan, mengaku terkejut mengetahui kondisi infrastruktur di lapangan. Ia menegaskan bahwa harapan warga sederhana, yakni adanya tanggung jawab penuh dari pihak proyek terhadap kerusakan yang ditimbulkan.

Baca juga :  Kodim Ponorogo Gelar Upacara Bendera 17 Nopember 2025

“Saya kaget setelah melihat langsung. Intinya, semua infrastruktur yang rusak akibat aktivitas proyek harus diperbaiki. Itu demi kenyamanan dan keselamatan warga,” tegas Suherwan.

Warga juga menyoroti belum adanya reklamasi atau pemulihan jalur yang dilintasi alat berat. Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat desa.

Sementara itu, Yadi, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo, menyampaikan permohonan maaf. Ia mengatakan perbaikan akan dilakukan setelah tahapan serah terima pekerjaan (PHO).

“Sesuai arahan pimpinan, setelah PHO akan kami laporkan. Semua fasilitas yang rusak akan diperbaiki, meski saat ini belum seluruh lokasi tertangani,” ujarnya.

Kini warga Desa Ngrupit menunggu realisasi janji tersebut. Mereka berharap pembangunan irigasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan tidak justru mengorbankan infrastruktur desa dan aktivitas masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *