Mengharap Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Datang, Warga Patungan Membuat Jalan

banner 120x600
banner 336x280

Ponorogo, News PATROLI.COM

Ratusan Warga Desa Ngrogung, Kecamatan NgebelKabupaten Ponorogo dalam 2 hari ini melakukan kerja bakti, pembuatan jalan darurat, yang menghubungkan Desa Ngrogung – ke Desa Sahang Kecamatan Ngebel, di titik Dusun Kayumas, senin ( 14/11/2022) . kerja bakti terpaksa dilakukan karena hampir satu bulan jalan putus karena bencana alam tanah longsor, yang belum disentuh Pemerintah Kabupaten Ponorogo sama sekali . padahal putusnya jalan sepanjang 200 meter itu mengakibatkan akses ekonomi dan pendidikan seakan lumpuh, Ekonomi Warga di 4 Desa yang sangat terasa dampaknya yaitu. Desa Ngrogung, Desa Sahang, Desa Ngebel dan Desa Sempu, sangat tergantung di pasar balibatur. Akhirnya mereka urunan membuat jalan darurat yang menghabiskan dana puluhan juta .

“Kita kena bencana alam tidak ada perhatian sama sekali, Kita harus bangkit sendiri dan harus menolong diri sendiri, kalau Kita tidak cepat membuat jalan darurat ibaratnya kita bisa Mati kelaparan gak makan. karena ekonomi warga 4 Desa tergantung pada Wisata Telaga Ngebel dan Pasar Balibatur . selama hampir sebulan Kita harus jalan memutar sepanjang 10 km, “terang Imam salah satu tokoh Masyarakat setempat yang ikut kerja bakti, senin (14/11/2022)

Iman menjelaskan, pada hari pertama kerja bakti minggu ( 13/1/2022). melibatkan 400 orang Warga dalam meratakan jalan yang tertimbun material longsoran, memotong pepohonan , membuat balok -balok kayu dan bambu, serta membuat papan dari kayu dan bambu untuk jalan darurat. dilanjutkan pada senin(14/11/2022) kerja bakti melibatkan 100 Orang Warga, untuk pemasangan balok kayu dan bambu di jalan yang putus sepanjang 200 meter tersebut. kemudian diatas balok bambu dan kayu di pasang sesek bambu sebagai lantai jalan, dipasangnya balok kayu dan bambu karena tanah masih labil dan lembek sehingga perlu adanya penyangga sesek bambu.

Hal senada juga diungkapkan Mujihadi, salah seorang tokoh pemuda setempat. menurut Mujihadi bebebrapa hari setelah bencana terjadi sebenarnya Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko datang untuk mengunjungi lokasi bencana, setelah itu juga BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum. namun, hingga saat ini tidak ada langkah apapun yang dilakukan oleh Pemerintah .

“Mereka datang hanya foto – foto, Kita tidak tahu apa yang dilakukan, mungkin masalahnya ya seperti biasa birokrasinya, “ungkap Mujihadi. (Mrsd/Ktmn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *