banner 700x256

Finalis Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2026 Belajar Langsung Proses Rehabilitasi di YPP Al Kholiqi

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo, Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto, mengajak para finalis Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2026 untuk belajar secara langsung mengenai proses rehabilitasi penyalahguna narkotika di Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor pusat YPP Al Kholiqi, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembekalan bagi 20 finalis Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2026. Selain memberikan wawasan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, para peserta juga dibekali pemahaman tentang upaya penanganan melalui proses rehabilitasi sosial, medis, dan spiritual.

Dalam sambutannya, Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto menyampaikan bahwa para finalis yang terpilih telah melewati proses seleksi yang cukup ketat, mulai dari 105 peserta hingga menyisakan 20 finalis terbaik.

“Ketika kalian terpilih, ada tanggung jawab yang harus diemban. Kalian harus menjadi contoh yang baik dan mampu memengaruhi teman-teman di sekitar kalian. Jangan hanya mengikuti kegiatan ini, tetapi jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Ia menegaskan, peran Duta Anti Narkoba tidak sebatas menjadi peserta sosialisasi, melainkan juga harus memahami dan mengambil bagian dalam upaya pencegahan, pemberantasan, serta rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing.

Foto: Pimpinan YPP Al Kholiqi H. Abdul Kholiq memberikan bimbingan kepada calon finalis Duta Anti Narkoba Sidoarjo

“Kalian harus bisa memengaruhi orang-orang di sekitar kalian, baik teman sebaya maupun masyarakat. Ketika nanti menyandang predikat Duta Anti Narkoba, kalian harus mengambil peran dalam pencegahan, pemberantasan maupun rehabilitasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para finalis memperoleh penjelasan langsung mengenai proses rehabilitasi yang diterapkan di YPP Al Kholiqi, mulai dari tahapan asesmen, pembinaan, hingga proses pemulihan penyalahguna narkoba agar dapat kembali diterima dan berfungsi secara sosial di tengah masyarakat.

Usai kegiatan, Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto mengapresiasi sambutan dan materi yang disampaikan pihak YPP Al Kholiqi. Ia juga menilai para finalis menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Baca juga :  Pemkab Sidoarjo Raih Prestasi Kinerja Tinggi Tingkat Nasional, Bupati Subandi: Bukti Kolaborasi dan Komitmen Pelayanan Publik

“Saya melihat para finalis sangat antusias mengikuti penjelasan yang diberikan. Mudah-mudahan ini menjadi bekal bagi mereka ketika nanti menyandang predikat Duta Anti Narkoba,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan YPP Al Kholiqi, H. Abdul Kholiq, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah menjalankan program rehabilitasi sosial bagi pecandu narkoba sejak tahun 2005 dengan mengedepankan pendekatan sosial, medis, dan spiritual.

“Kami membantu program pemerintah dalam rehabilitasi dan pembinaan. Kami juga bekerja sama dengan dinas kesehatan apabila terdapat warga binaan yang memiliki penyakit penyerta seperti TBC maupun HIV,” ujarnya.

Menurutnya, proses rehabilitasi di YPP Al Kholiqi dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program, antara lain pembinaan ibadah, konseling, terapi kelompok, pengajian, hingga pendampingan kesehatan bagi para warga binaan.

Direktur YPP Al Kholiqi, Sayyid Abdullah, S.H.I., berharap para finalis Duta Anti Narkoba dapat menjadi agen perubahan sekaligus penyampai informasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba dan tanda-tanda penyalahgunaannya.

“Harapan kami, adik-adik finalis ini dapat menyampaikan kepada masyarakat, terutama para orang tua, mengenai ciri-ciri penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi mereka untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan narkoba di masyarakat,” tuturnya.

Salah satu finalis, Akbar dari SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, mengaku termotivasi untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitarnya.

“Saya ingin mensosialisasikan bahwa narkoba sangat berbahaya. Saya berharap lingkungan saya bisa bebas dari penyalahgunaan narkoba. Jika terpilih menjadi Duta Anti Narkoba, saya ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, BNNK Sidoarjo berharap para finalis Duta Anti Narkoba 2026 tidak hanya memiliki pemahaman teoritis mengenai bahaya narkoba, tetapi juga memahami proses rehabilitasi secara komprehensif sehingga mampu menjadi pelopor gerakan hidup sehat dan bebas narkoba di kalangan generasi muda. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *