Jember News Patroli.com
Konflik internal Yayasan Asshathoriyah Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji berbuntut panjang. Berawal dari keinginan Pengurus MTs NU Al Badar yang ingin memisahkan diri dari Yayasannya Asshathoriyah yang hingga saat ini belum mendapat persetujuan dari pihak Yayasan, kini membuat kedua kubu yang berseberangan semakin bersitegang.
Juma,at (03-12-2021), kepala Sekolah menerima telepon dari pengawas lembaga MTs NU Al Badar (Holil) yang menginformasikan bahwa, Hari Jum,at pukul 13: 00 wib Kasi Penma Kemenag Jember akan mendatangi MTs NU Al Badar. Tujuan kedatangan kasi Penma yang mendadak tersebut dengan tujuan menyerap aspirasi dari semua dewan guru yang ada di Al Badar, Terkait perkembangan situasi terakhir yang terjadi dilingkungan Madarasah dan masyrakat disekitar Desa Kaliwining.
Kurang lebih pukul 13: 30 wib kasi Penma Kemenag Jember dengan didampingi Kepala KUA, Kepolisian dan pengawas MTs tiba diMTs NU Al Badar.
Pertemuan dihadiri semua dewan guru dan juga para wali murid MTs NU Al Badar juga masa disekitar yang mendukung pihak MTs. Kemarahan masa tidak bisa terhindari ketika Kasinpenma Kemenag Jember memberikan pengarahan terkait mekanisme pendirian Yayasan yang baru, yaitu Yayasan Pendidikan Al Badar Kaliwining.
Menurut keterangan Edi Sucipto kasi Penma Kemenag Jember, bahwa pihak Pengurus MTs Al Badar boleh saja mendirikan Yayasan baru, namun untuk nama MTs NU Al Badar harus diganti dengan nama lain. Selain itu Edi S. Juga menerangkan, Pihak MTs NU Al Badar harus mendapatkan surat penyerahan dari Yayasan Asshathoriyah terlebih dahulu. Karena itu adalah persyaratan yang harus penuhi.
Suwandi (Nadir) mengatakan, MTs NU Al Badar itu berdiri sudah lama, bahkan sebelum Yayasan Asshathoriyah ada. Jadi kalau nama MTs NU Al Badar harus diganti, saya selaku Nadir tidak terima. Dan selama ini saya tidak pernah menandatangani apapun termasuk surat penyerahan pada Yayasan Asshathoriyah, seperti apa yang pernah disampaikan oleh pihak Yayasan Asshathoriyah. pungkas Suwandi. (Tim)










