banner 700x256

Bantuan Mesin Perontok, Tingkatkan Pendapatan Petani di Tengah Pandemi

Mesin perontok padi diserahkan kepada kelompok tani sebanyak 37 unit.
banner 120x600
banner 336x280

NTB-Lombok Timur, Newspatroli.com

Dinas Pertanian (Distan) Lombok Timur (Lotim) menyalurkan bantuan power treaser atau mesin perontok padi dan jagung kepada kelompok perontok. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani di tengah situasi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Distan Lotim, Neni  Yuliawati saat dikonfirmasi, Senin, 13 Desember 2021, menjelaskan, bantuan alat mesin pertanian itu merupakan pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Lotim.

Bantuan power treaser ini diakui cukup efektif untuk mengurangi losses (penyusutan/pengurangan) “Manfaat terbesar mesin-mesin hasil pengolahan ini adalah  mengurangi losses namanya,” ucap Neni.

Losses ini adalah hilangnya hasil produksi antar lain karena tercecer saat panen. Losses ini banyak terjadi karena alat yang digunakan petani manual. Ketika panen padi misalnya menggunakan alat manual,  banyak yang akan terbuang. Penggunaan mesin ini akan bisa menyelamatkan hasil produksi  10-15 persen dibandingkan manual. “Misalnya, dari 1 kuintal bisa nambah 10 kg,” paparnya.

Baca juga :  Wabup Nurul Azizah Tinjau Program BKKD di Desa Mojoranu, Apresiasi UMKM Lokal

Sama dengan penggunaan alat mesin-mesin pertanian lainnya. Penggunaan alsintan ini diyakini akan bisa meningkatkan produksi lahan. Semisal hasilnya 6 ton per hektar bisa menjadi rata-rata  7 ton per hektar.

Pemberian bantuan kepada kelompok perontok padi ini sesuai dengan keinginan anggota DRPD Lotim adalah meningkatkan pendapatan kelompok buruh tani. Diakui Neni Yuliawati,  kelompok perontok padi ini jarang tersentuh bantuan.  “Kelompok gabah susah dijangkau karena lebih banyak ke kelompok tani,” tuturnya.

Pihaknya bersyukur ada pokir wakil rakyat yang bisa menyentuh buruh tani. Alasannya, selama ini kelompok-kelompok perontok ini menggunakan alat-alat manual. “Dengan alat ini, tidak akan membutuuhkan banyak tenaga, hal ini p asti akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” klaimnya. (ony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *