banner 700x256

Bantuan Sapi Tak Boleh Disalahgunakan

ILUSTRASI
banner 120x600
banner 336x280

NTB-Lombok Timur, Newspatroli.com

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) tahun 2021 ini menyalurkan bantuan 200 ekor sapi eksotik, 11 ekor bakalan, 9 ekor bibit. Total nilainya tembus Rp4 miliar lebih. Bantuan yang disalurkan ke kelompok-kelompok tani ternak ini diingatkan tidak boleh disalahgunakan.

Hal ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disnakeswan Lotim, Mustawan, menjawab media di Selong, Senin (13/12), dia menjelaskan sapi-sapi yang diberikan gratis dari hasil pokok pikiran (Pokir) Dewan itu harus berkembang. Tidak boleh hilang. “Dinas hanya memberikan motivasi, karena bantuan ini bukan milik perorangan, tapi menjadi milik kelompok,” terangnya.

Persoalan adanya sapi hilang itu diakui situasional di masing masing kelompok. Ada yang sudah dijual, ada juga karena mati. Bantuan yang sudah tersalur 100 persen ke seluruh kelompok ini disarankan agar betul betul dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani peternak.

Pejabat Pembuat KomPejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disnakeswan Lotim, Mustawanitmen (PPK) Disnakeswan Lotim, Mustawan

“Kalau tak dimanfaatkan dengan baik, maka akan rugi sendiri,” ucapnya.  Bantuan Pokir dewan ini dua tahap. Tahap pertama dari APBD induk sebesar Rp 3 miliar lebih pembelian sapi 162 ekor eksotik. Bantuan ini disalurkan untuk 22 kelompok yang sudah diverifikasi dan sudah tertera dalam SK Bupati.

Baca juga :  Wakapolri Apresiasi Sinergi Ribuan Mitra Kamtibmas dalam Apel Mitra Kamtibmas Presisi di Polda Papua

Pada APBD Perubahan dengan total dana lebih dari Rp1 miliar, bantuan sapi 38 ekor eksotik  untuk 5 kelompok. Lainnya sap bakalan 11 ekor untuk 1 kelompok, sapi bibit 9 ekor untuk 2 kelompok. Nilai uangnya Rp1 miliar. “Alhamdulillah,  semua bantuan pokir semua selesai,” urainya lagi.

Bantuan penggemukan sapi ini bertujuan untuk peningkatan ekonomi.  Bantuan dihajatkan agar petani peternak bisa tingkatkan kesejahteraannya. Setiap penyaluran selalu disosialisasikan bantuan agar betul-betul dipelihara.

“Ketika sudah miliki nilai ekonomi tinggi boleh jual dengan tujuan dikembangkan,” imbuhnya. Misalnya dua ekor sapi setelah satu tahun lebih dipelihara, maka boleh jual dan hasilnya bisa digunakan lagi untuk pengadaan. “Harus terus dikembangkan, dari dua ekor menjadi tiga ekor dan seterusnya,” demikian terangnya. (Ony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *