Sidoarjo – News PATROLI.COM –
Di penghujung bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026, Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi menggelar kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung di Jalan Brigjen Katamso No. II Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (19/3/2026).
Mengusung tema “Buka puasa tidak hanya makan bersama, tetapi momen untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi keberkahan di bulan suci Ramadhan”, kegiatan ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial terhadap upaya rehabilitasi masyarakat.
Acara tersebut dihadiri putra Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yakni Ali Managali Parawansah, Kepala Desa Kedungrejo, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo. Hadir pula Kasi Rehabilitasi Muklis, penyuluh Yusuf Rizal, serta tenaga medis dr. Enrico.
Pimpinan YPP Al Kholiqi, H. Abdul Kholiq, menegaskan bahwa proses rehabilitasi tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, namun juga menyentuh aspek mental dan spiritual para peserta binaan.
“Di sini kami berupaya memberikan pemahaman dan pembinaan agar mereka memiliki kesadaran untuk berubah, sehingga dapat kembali diterima oleh keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Muklis menekankan bahwa keberhasilan rehabilitasi sangat ditentukan oleh kesadaran individu, meskipun dukungan keluarga tetap menjadi faktor penting dalam proses pemulihan.
Menurutnya, tidak sedikit kasus penyalahgunaan narkoba berawal dari persoalan emosional dalam keluarga, seperti kurangnya perhatian atau adanya ketimpangan kasih sayang.
“Pemulihan harus dimulai dari kesadaran diri. Namun dukungan keluarga sangat dibutuhkan. Ada klien yang terjerumus karena merasa dibedakan dalam lingkungan keluarga,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ali Managali Parawansah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan atau mengarahkan individu yang terindikasi penyalahgunaan narkoba ke Badan Narkotika Nasional maupun lembaga rehabilitasi.
“Jika ada di lingkungan sekitar yang menjadi korban narkoba, segera arahkan ke BNN atau tempat rehabilitasi.
Ini adalah tanggung jawab kita bersama agar penyalahgunaan narkoba dapat ditekan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti peran Khofifah Indar Parawansa yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendorong program rehabilitasi sosial dan perlindungan masyarakat, khususnya saat menjabat sebagai Menteri Sosial.
Kegiatan buka bersama ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan di bulan suci, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya rehabilitasi serta pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sidoarjo. (Gus)
















