banner 700x256

Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi dengan BNPB untuk Penanganan Banjir Tahunan

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mengoptimalkan upaya penanganan banjir tahunan yang kerap melanda sejumlah wilayah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperkuat kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui audiensi Bupati Sidoarjo, Subandi, bersama Kepala BNPB, Suharyanto, di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (4/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Subandi memaparkan kondisi geografis Kabupaten Sidoarjo sebagai wilayah delta—dataran rendah yang berada di pertemuan aliran sungai dan laut—sehingga memiliki kerentanan tinggi terhadap genangan air. Wilayah yang paling terdampak antara lain Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, serta Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi.

Menurutnya, karakteristik wilayah tersebut membuat penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah. Terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran, dukungan dari pemerintah pusat melalui BNPB menjadi krusial untuk mempercepat penanganan secara komprehensif.

Pemkab Sidoarjo sendiri telah melakukan berbagai upaya, di antaranya normalisasi sungai guna mengurangi sedimentasi serta optimalisasi rumah pompa di sejumlah titik rawan banjir. Namun demikian, langkah tersebut dinilai masih perlu diperkuat agar penanganan banjir dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.

“Banjir di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, merupakan agenda tahunan. Karena itu, solusi harus diselesaikan bersama antara BNPB, pemerintah provinsi, dan daerah,” tegas Subandi.

Ia juga menambahkan, keterbatasan anggaran akibat efisiensi mendorong Pemkab Sidoarjo untuk menjalin sinergi lebih erat dengan BNPB. Harapannya, dukungan tersebut dapat mempercepat penyelesaian persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Baca juga :  Pemkab Sidoarjo Siap Dukung Sensus Ekonomi 2026, Perkuat Basis Data Pembangunan Daerah

Dalam audiensi itu, Pemkab Sidoarjo turut menyampaikan berbagai persoalan teknis yang terjadi di lapangan. BNPB, lanjut Subandi, meminta dilakukan pemetaan (mapping) secara menyeluruh agar penanganan banjir dapat lebih terarah dan tepat sasaran.

Turut mendampingi Bupati Sidoarjo dalam audiensi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), Mochammad Mahmud. Keduanya memaparkan kondisi lapangan, termasuk titik-titik rawan banjir serta kebutuhan teknis penanganannya.

Audiensi tersebut mendapat respons positif dari BNPB. Sejumlah langkah konkret, termasuk dukungan bantuan untuk wilayah terdampak seperti Kecamatan Tanggulangin, mulai dibahas guna mempercepat penanganan banjir di Sidoarjo.

“Alhamdulillah kami diterima dengan baik dan dicarikan solusi. Ada bantuan-bantuan yang akan diberikan, termasuk untuk penanganan di wilayah Tanggulangin,” ujar Subandi.

Lebih lanjut, BNPB juga meminta Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo untuk sementara waktu berada di Jakarta guna mendalami aspek teknis penanganan banjir. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret yang dapat segera diterapkan di lapangan.

Sementara itu, Sabino Mariano menyampaikan apresiasi atas respons cepat BNPB dalam menindaklanjuti persoalan banjir di Kabupaten Sidoarjo.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB, khususnya Bapak Jenderal Suharyanto, yang telah memberikan dukungan dan respons cepat dalam upaya penyelesaian banjir di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *