Madiun  

Dampak Limbah Cucian Pasir Dinormalisasi Irigasi Saja, Belum Cukup Bagi Para Petani Banaran

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Banaran, Samsu Hadi
banner 120x600
banner 336x280

Madiun – News PATROLI.COM –

Langkah normalisasi saluran irigasi yang dilakukan pengusaha cucian pasir dari wilayah Dolopo dinilai sebagai upaya positif merespons keluhan para petani di Desa Klorogan dan Banaran. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup jika tidak diikuti perbaikan menyeluruh pada sistem pengolahan limbah.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Banaran, Samsu Hadi saat ditemui awak media, menyampaikan bahwa wilayah persawahan Desa Klorogan dan Banaran berada dalam satu aliran sungai yang sama. Jika pengusaha tidak menerapkan sistem pencucian yang melalui proses penjernihan serta pembuatan bak penampungan pengendapan di lokasi pengolahan, limbah pasir dan lumpur tetap akan mengalir ke lahan pertanian.

“Normalisasi yang dilakukan memang langkah baik. Tapi kalau tidak ada sistem penyaringan dan bak kontrol yang berfungsi menahan endapan, maka air yang masuk ke sawah tetap membawa material lumpur dan pasir halus,” ujar Samsu Hadi, Senin (21/9/2026).

Baca juga :  Pemdes Banjarsari Madiun Laksanakan Kegiatan Rutin Bulanan Posyandu Balita

Ia menegaskan, dampak jangka panjang tetap mengancam kesuburan tanah. Endapan pasir yang menutupi pori-pori tanah akan membuat tanah menjadi keras, kurang gembur, dan menurunkan kemampuan menyerap air serta hara. Hal ini lambat laun akan menurunkan produktivitas padi secara terus-menerus.

Agus salah satu Petani berharap pihak pengusaha segera menyempurnakan sarana pengendalian limbah sesuai standar, serta dinas terkait melakukan pengawasan agar masalah ini benar-benar tuntas dan tidak berulang di musim tanam berikutnya Kalau tidak ada perbaikan lebih baik di berhentikan aktivitas karena dampak nya pajang bagi kehidupan para Petani Banaran “pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *