Jember  

PSHT Cabang Jember Bertengger Diposisi Teratas, Seleksi Popda IPSI 2026

banner 120x600
banner 336x280

Jember – News PATROLI.COM –

Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Jember, Pusat Madiun berhasil sabet Juara Umum 1 Setelah berhasil mengalahkan kontingen 11 perguruan silat se- Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Hal ini PSHT Cabang Jember mampu membuktikan pertahankan prestasinya di ajang Seleksi Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur yang diadakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Jember.

Berdasarkan data rekapitulasi akhir perolehan medali, PSHT masih bertengger di posisi teratas dengan mengoleksi 4 medali emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Peringkat Juara Umum 2 diraih oleh Tapak Suci yang mengumpulkan 4 emas, 2 perak, dan 3 perunggu, disusul Satria Alap-Alap di tempat ketiga dengan 4 emas dan 1 perak.

Jono Wasinudin, selaku Ketua PSHT Cabang Jember,  menuturkan bahwa kunci keberhasilan organisasinya terletak pada nilai persaudaraan serta konsistensi pola pembinaan atlet di setiap ranting yang ada diseluruh Cabang Jember.

“Jadi, kita selalu menanamkan rasa persaudaraan pada adik-adik dengan membuat kegiatan yang namanya pencak silat. Pencak silat alhamdulillah hari ini dipertandingkan, dan melihat kondisi di Jember, pencak silat sudah mulai diminati oleh masyarakat Jember dengan atlet-atlet yang dikumpulkan tadi kurang lebih ada 11 perguruan pencak silat,” tutur Jono Wasinudin.

Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa pencapaian prestasi ini sejalan dengan tradisi pembinaan internal yang terus berjalan beriringan dengan pengajaran moral organisasi.

“Di SH Terate, pelaksanaan tahapan latihan itu sudah menjadi kegiatan rutin. Artinya, masing-masing ranting selain mencetak atlet, juga mencetak warga-warga baru. Dua-duanya berjalan beriringan, baik prestasi maupun ajaran. Sehingga alhamdulillah, akhir-akhir ini kita juara terus untuk prestasi. Ibaraatnya SH Terate sementara ini tetap masih nomor satu dibandingkan perguruan yang lain,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan pesan dan harapannya kepada seluruh anggota muda agar nilai-nilai ajaran persaudaraan dapat di implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harapan kita ke depan, tolong adik-adikku semuanya, ajaran SH Terate harus diterapkan kepada masyarakat, karena di dalamnya ada bagaimana kita menghormati sesama manusia, bagaimana menyayangi adik-adiknya, bagaimana bisa dipercaya, dan bagaimana punya rasa tanggung jawab. Kalau ajaran sudah kita pegang, insyaAllah prestasi akan mengikuti,” ujarnya.

Baca juga :  Menjaring Altlet Semiprofesinal, Padepokan PSHT Cabang Jember Adakan Sambung Bebas

Sementara itu, Kepala Pelatih IPSI Kabupaten Jember yang juga bertindak sebagai Pelatih PSHT, Bayu Mardika Dinarta, S.Pd., mengungkapkan teknis persiapan dan kedisiplinan tim dalam menghadapi kompetisi ini.

“Kita konsisten untuk berlatih, jauh-jauh hari sudah kita siapkan. Jadi kita berlatih dengan program latihan yang maksimal. Kita mempersiapkan atlet dengan matang, alhamdulillah bisa meraih medali emas untuk mewakili IPSI Kabupaten Jember. Mudah-mudahan dari PSHT sendiri bisa berkontribusi saat Popda nanti di Ngawi, Popda Jawa Timur, bisa menyumbang medali untuk Kabupaten Jember,” papar Bayu Mardika Dinarta.

Meski bertengger di posisi tertinggi, Bayu mengakui persaingan edisi seleksi kali ini jauh lebih ketat dibanding ajang-ajang sebelumnya.

“Untuk Popda tahun ini kita akui ada penurunan. Karena dari PSHT sendiri juara umum di Popda sebelumnya itu kita dapat 12 medali emas, kita mutlak. Waktu itu dari kelas yang diperebutkan untuk juara umum hanya ada 16 kelas dan kita dapat 12. Kalau sekarang perebutan juara umumnya hanya 13 kelas yang kita hitung, dan kita dapat 4 emas,” jelasnya.

Memandang persaingan Popda Jawa Timur 2026 mendatang yang diikuti 38 kabupaten/kota, Bayu menekankan pentingnya peran serta dukungan dari pemerintah daerah untuk mengimbangi persiapan kota-kota besar lainnya.

“Untuk prediksi, kita akui sangat berat karena Jawa Timur ada 38 kabupaten/kota dan pastinya mereka ingin merebut medali emas. Kota-kota besar juga program latihannya sangat ditunjang sekali oleh pemerintah daerahnya. Mempertahankan itu sangat sulit. Tahun 2022 kita dapat 3 emas (juara umum 2 setelah Surabaya), 2024 kita dapat 1 emas. Untuk 2026 ini mudah-mudahan kita masih nyantol emas, 1 medali emas saja mungkin sudah bagus, tapi kita tetap optimis,” tutup Bayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *