Bupati Subandi: Sinergi Pemkab dan Ormas Jadi Kekuatan Penting Bangun Sidoarjo

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Kemajuan Kabupaten Sidoarjo tidak hanya bertumpu pada kinerja pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dengan organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan sekaligus kehidupan sosial masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn saat menghadiri Pengajian Ahad Pahing bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Hj Sriatun Subandi, Majelis Ta’lim Fatimah Zahra, dan PC Fatayat NU Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Minggu (27/9/2026).

Pengajian tersebut mengusung tema “Menguatkan Keluarga, Menebar Manfaat, Membangun Peradaban” dengan menghadirkan narasumber Ning Dr Uswatun Hasanah MPd.

Dalam kesempatan itu, Bupati Subandi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ribuan warga serta tokoh masyarakat yang hadir. Ia juga memberikan penghargaan atas komitmen Fatayat NU yang tetap meluangkan waktu mengikuti kegiatan keagamaan di tengah aktivitas masyarakat pada hari libur.

“Terima kasih sanget atas rawuh Panjenengan. Masih bisa menyempatkan dan diniati mengikuti kegiatan seperti ini di hari Ahad, hari Minggu,” ucapnya.

Menurut Subandi, kegiatan keagamaan seperti pengajian memiliki nilai penting dalam memperkuat hubungan sosial sekaligus membangun karakter masyarakat. Karena itu, Pemkab Sidoarjo membuka ruang bagi organisasi kemasyarakatan untuk memanfaatkan Pendopo Delta Wibawa sebagai tempat pelaksanaan kegiatan positif.

Ia menegaskan, pendopo bukan semata-mata menjadi ruang kegiatan pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi masyarakat Sidoarjo.

“Saya selalu menyampaikan bahwa Pendopo Delta Wibawa ini adalah milik kita bersama. Milik masyarakat Sidoarjo. Setiap bulan pasti kita berikan kesempatan untuk kegiatan-kegiatan pengajian di Pendopo Kabupaten Sidoarjo ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ning Dr Uswatun Hasanah atau yang akrab disapa Ning Nafis mengajak kaum perempuan untuk memahami makna berdaya, baik dalam lingkungan keluarga maupun kehidupan sosial.

Menurutnya, perempuan memiliki peran yang luas, mulai sebagai anak, istri, ibu hingga bagian dari masyarakat. Peran tersebut dapat dijalankan dengan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Perempuan berdaya itu adalah perempuan yang bisa bermanfaat, baik di dalam maupun di luar rumah,” tuturnya.

Ning Nafis juga menekankan pentingnya membangun keluarga yang tenang, saling menghargai, serta mampu membagi tanggung jawab antara suami dan istri. Menurutnya, keluarga sakinah tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga melalui sikap saling menghormati dan memperlakukan pasangan dengan baik.

Baca juga :  Polresta Sidoarjo Raih Dua Penghargaan Kapolri di Puncak Hari Bhayangkara ke-80

“Menjadi seorang istri yang berdaya dan suami yang berdaya itu kudu bisa menuju ke pernikahan yang sakinah. Sakinah itu anteng, adhem, ayem ketika memandang pasangan,” ungkapnya.

Ia juga mendorong perempuan untuk tidak berhenti belajar. Majelis taklim dan berbagai kegiatan keagamaan dinilai dapat menjadi ruang untuk meningkatkan pengetahuan, memperkuat pemahaman keagamaan, sekaligus memperluas manfaat perempuan di tengah keluarga dan masyarakat.

“Makanya belajar, makanya sinau, makanya nderek kegiatan-kegiatan yang dihimpun. Itu pentingnya belajar,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subandi juga menegaskan pentingnya peran Fatayat NU dalam mendukung berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut, kata dia, dapat terus diperkuat melalui sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa.

“Fatayat, baik PC, PAC, maupun ranting memberikan support terutama untuk pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Visi sahabat Fatayat juga sama: memberikan sumbangsih bersama di tengah-tengah masyarakat,” tutur Bupati Subandi.

Menurutnya, kekuatan organisasi kemasyarakatan yang memiliki jaringan hingga tingkat bawah dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan program sekaligus merespons kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program sosial yang memberikan manfaat secara nyata.

Di sela kegiatan pengajian, Bupati Subandi juga membagikan sebagian rezekinya kepada anak-anak yang turut hadir. Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.

Subandi berharap komunikasi dan kolaborasi antara Pemkab Sidoarjo dengan Fatayat NU serta organisasi kemasyarakatan lainnya semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan hari ini bisa terus berkolaborasi. Kita tingkatkan mulai dari OPD, kecamatan, maupun desa. Saya yakin visi dan misi sahabat Fatayat sama dengan program pemerintah, yaitu memberikan dukungan terhadap pelayanan publik yang lebih baik dan berdampak langsung kepada masyarakat,” pungkasnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *